Peristiwa

Dapat Dukungan 2 Kepala Daerah, Demo Mahasiswa di Mojokerto Bubar

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi demo ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Mojokerto Raya (ARMR) di depan kantor Bupati Mojokerto, bubar. Ini setelah kedua kepala daerah memberikan dukungan dengan mengirim surat ke Presiden RI, Joko Widodo untuk membatalkan Undang-undang Cipta Kerja.

Meski kedua kepala daerah tersebut tak menemui massa aksi, namun perwakilan kedua kepala daerah yang membacakan surat dukungan. Dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto, Mochamad Imron.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati. Setelah dibacakannya surat dukungan dari kedua Kepala daerah tersebut, ratusan mahasiswa langsung membubarkan diri.

Sebelumnya, perwakilan massa sempat mencari keberadaan Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo lantaran tak menemui massa yang menunggu di depan gerbang kantor Bupati Mojokerto di Jalan A Yani Kota Surabaya. Namun karena memang yang dicari tak berada di tempat, perwakilan massa kembali.

Perwakilan ARMR, Sony Mardianto mengatakan, kedatangannya ke kantor Bupati Mojokerto tidak lain agar pemerintah membatalkan Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law. “Karena memang, UU Ciptakan Kerja Omnibus Low itu tidak mensejahterakan rakyat,” ungkapnya, Senin (12/10/2020).

Apalagi, lanjut Sony, ada hak-hak buruh yang mau di degradasi atau dihilangkan di Undang-undang tersebut. Sehingga imbas dari disahkannya UU Ciptakan Kerja Omnibus Low efeknya akan merugikan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ini yang menjadi alasan mahasiswa kembali turun.

“Tanggapan dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Mojokerto sangat baik dan kedua kepala daerah ini akan membuatkan surat dukungan penolakan terhadap pengesahan undang-undang jika terjadi kepada DPR dan Presiden Republik Indonesia, Pak Jokowi,” katanya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar