Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Dampak Penyempitan dan Pendangkalan Sungai, Rumah Warga Rejoso Pasuruan Sering Terendam Banjir

Pasuruan (beritajatim.com) – Masyarakat yang tinggal di sejumlah desa di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, terpaksa mengalami banjir yang terulang. Kondisi ini muncul lantaran terjadinya pendangkalan pada aliran sungai di dekat pemukiman.

Setiap kali hujan lebat, air bakal menggenangi rumah-rumah warga. Tercatat sejak Januari 2022, sudah 11 kali banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Rejoso.

Persoalan ini dikeluhkan Lutfia, warga Dusun Rekesan, Desa Sadengrejo. Dia bosan dengan banjir yang terjadi setiap tahunnya dan mengaku lelah lantaran harus membersihkan rumah dari lumpur dan sampah setiap kali genangan air surut.

“Sudah 11 kali banjir ini masuk rumah, kalau yang nggak masuk ya nggak terhitung. Kalau banjir itu juga capek bersihin lumpur dan sampah yang masuk dalam rumah,” ujar Lutfia, Selasa (10/5/2022).

Lutfia juga mengeluh aktivitas sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga terganggu lantaran banjir. Setiap banjir, dia harus rela memasak dengan kondisi lantai dapur tergenang air.

Kondisi ini tidak bisa dia hindari. Sebab, dapur rumah Lutfia terletak sangat dekat dengan sungai.

“Kalau ada banjir ini aktivitas terganggu, seperti masak itu sangat terganggu. Masak di atas banjir itu nggak enak sekali,” ujar Lutfia di rumahnya.

Hal senada diutarakan Hudan Dardiri,  warga Desa Sadengrejo lainnya. Dia menyebut kondisi sungai desa sudah terlalu dangkal dan menyempit akibat banjir yang kerap terjadi.

Menurut Hudan, pada banjir terkini, tinggi muka air mencapai lutut orang dewasa. Ketinggian air diperkirakan antara 20-60 cm.

“Sungai desa ini sudah dangkal, harus ada segera ada normalisasi,” ujar Hudan. (ada/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar