Peristiwa

Dampak La Nina, Seminggu ke Depan Waspada Hujan Lebat

Foto ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam minggu ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Ponorogo akan diguyur oleh hujan  lebat. Hujan ini merupakan dampak dari fenomena La Nina yang saat ini terjadi di samudra Pasifik.

Meski intensitasnya sedang, fenomena La Nina ini membuat suhu permukaan laut menjadi lebih dingin. Selain itu diikuti oleh dominasi aliran angin timur. Dengan keadaan itu, berpotensi meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah.

“Dalam seminggu ini, menurut perkiraan dari BMKG, ada peningkatan curan hujan dengan intensitas lebat,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Setyo Budiono, Senin (19/10/2020).

Budi sapaan akrab Setyo Budiono menyebut analisa BMKG, Ponorogo dan sebagian wilayah di Jatim berpotensi akan terdampak. Untuk itu, Dia menghimbau masyarakat harus mewaspadai potensi bencana yang bisa terjadi. Meski dampak La Nina ini tidak seragam. Tergantung dari kukuatan La Nina itu sendiri, juga musim dan bulan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBP Ponorogo Setyo Budiono(foto/Endra Dwiono)

“Peningkatan curah hujan ini juga dipengaruhi oleh gelombang atmosfer ekuator  atau istilahnya gelombang Madden Julian Oscillation (MJO),” katanya.

Jika aktivitas La Nina dan MJO ini bersamaan bisa berpotensi terhadap pembentukan awan hujan dan peningkatan curah hujan. Dari analisa BMKG yang diterima BPBD, hujan akan turun pada tanggal 18-24 Oktober. Maka dari itu, kesiapsiagaan masyarakat harus ditingkatkan, supaya bisa meminimalisir potensi bencana akibat fenomena ini.

“Intinya masyarakat harus waspada, sebab menurut perkiraan BMKG wilayah Ponorogo dan Jatim akan terdampak,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar