Peristiwa

Dampak Banjir di Bojonegoro, Jembatan Antar Kecamatan Ambles

Petugas Dishub Kabupaten Bojonegoro memasang papan peringatan di jalur jembatan ambles di Kecamatan Ngasem.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro menutup akses jembatan penghubung antar kecamatan yang ada di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Penutupan dilakukan karena kondisinya saat ini ambles.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, penutupan jembatan tersebut dilakukan mulai kemarin siang. Hal itu dilakukan setelah kondisi jembatan ambles karena terdampak adanya banjir dan hujan deras yang terjadi belakangan.

Jembatan yang ditutup untuk akses semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dan lebih itu berada di RT 21 , RT 22 RW 8 Dusun Suko Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem. “Jembatan itu kondisinya sekarang membahayakan sehingga harus ditutup,” ujarnya, Senin (15/3/2021).

Jembatan yang memiliki panjang 52,50 meter dengan lebar 5,70 meter itu dibangun terakhit tahun 2014 lalu. Sementara, akibat banjir dan hujan deras tersebut bangunan jembatan ambles sekitar 1,5 meter dengan panjang 10 meter dan lebar 9 meter.

“Sebelumnya ambles sedalam kurang lebih 70 cm dan diperparah lagi. Bangunan yang ambles paling parah di sisi kiri jembatan,” tambahnya.

Untuk diketahui, jembatan penghubung antarkecamatan itu menghubungkan antara Kecamatan Dander dengan Kecamatan Ngasem. Sehingga, untuk saat ini kendaraan yang akan melintas di jembatan tersebut harus dialihkan ke jalur alternatif.

Penutupan jalur tersebut dilakukan dengan menggunakan papan peringatan di beberapa titik. Diantaranya dipasang di perempatan Pasar Desa Ngasem, pertigaan Pasar Dander dan pertigaan Desa Sendangharjo.

Selain itu, petugas Dishub juga memasang besi penghalang di dekat jembatan agar kendaraan roda dua atau lebih tidak bisa melintas. Serta memasang police line agar semua kendaraan tidak menerobos masuk. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar