Peristiwa

Curi Uang Rp 105,3 Juta dan Tiga Ponsel, Nelayan Ini Diringkus Polisi

Gresik (beritajatim.com)– Tersangka Muhammad Munib (36) yang berprofesi sebagai nelayan terpaksa harus merasakan pengapnya jeruji penjara. Warga asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu diringkus polisi karena terbukti mencuri uang Rp 105,3 juta serta tiga ponsel milik Mustaqim (43) yang juga warga Desa Pangkahwetan.

Terungkapnya kasus pencurian ini berawal saat korban Mustaqim ketiduran sewaktu menonton televisi di rumahnya. Saat terbangun, korban akan mengambil tas cangklong warna biru yang berisi uang Rp 105 juta yang semula disimpan di lemari pakaian.

Namun saat akan diambil uang tersebut sudah tidak ada alias hilang. Mengetahui uangnya hilang. Korban selanjutnya, melakukan pengecekan tapi tiga ponsel miliknya juga turut raib. Ponsel tersebut juga diletakkan di depan televisi dalam keadaan di-charge.

Selain kehilangan uang ratusan juta rupiah serta tiga ponsel. Korban juga kehilangan uang senilai Rp 300 ribu yang disimpan dalam dompet diletakkan di dalam kamar anaknya. Sadar rumahnya disatroni pencuri. Korban semakin sadar karena menemukan adanya jejak kaki di teras depan rumah serta di dekat dek atap belakang rumahnya.

“Adanya kejadian ini saya langsung melapor ke Polsek Ujungpangkah,” ujar Mustaqim, Rabu (10/04/2019).

Kapolsel Ujungpangkah AKP Imam Syafii terkait dengan kejadian ini menuturkan, setelah pihaknya menerima laporan kasus pencurian. Polsek Ujungpangkah melakukan penyelidikan dengan membentuk tim gabungan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan anggota Reskrim. Target operasinya mengarah kepada tersangkaMuhammad Munib yang saat kami ringkus di pinggir jalan,” tuturnya.

Masih menurut AKP Imam Syafii, tersangka diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) dan dijerat dengan pasal 363 KHUP.

“Setelah menjalani pemeriksaan tersangka kami tahan. Sedangkan barang bukti berupa uang dan ponsel kami sita,” ujarnya.

Sementara, tersangka Muhammad Munib mengaku dirinya terpaksa mencuri uang dan ponsel karena kepepet kebutuhan sehari-hari.”Saya kepepet pak terpaksa mencuri,” pungkasnya dengan tertunduk lesu.[dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar