Peristiwa

Cuaca Lamongan Buruk, Eksplorasi Bangkai Kapal Van Der Wijck Ditunda

Tim Ekplorasi BPCB Jatim

Lamongan (beritajatim.com) – Cuaca buruk di Pantura Lamongan, membuat eksplorasi bangkai Kapal Van Der Wijck oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim tertunda. Selain itu, arus ombak laut juga tinggi.

Hal tersebut disampaikan Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, yang juga ketua tim dalam eksplorasi. Dirinya mengungkapkan bahwa ekspedisi dan eksplorasi kapal yang namanya diambil dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda Carel Herman Aart Van Der Wijck (1840-1914) itu ditunda untuk hari ini. Kondisi perairan pantura, kata Wicaksono, tidak memungkinan karena adanya cuaca buruk.

“Hari ini, setelah kami datang ke pelabuhan Brondong, dan mendapatkan laporan dari nelayan setempat mengenai cuaca yang tidak memungkinan, akhirnya proses eksplorasi kita lanjutkan besok,” kata Wicaksono kepada beritajatim.com saat ditemui di sekretariat Rukun Nelayan (RN) Belimbing Paciran Lamongan, Jumat (30/04/2021).

Wicaksono menambahkan, kemarin tim BPCB Jatim juga sempat melakukan penyelaman ke titik lokasi untuk melakukan observasi bangkai kapal Van Der Wijck, namun daya lihat di kedalaman 40 meter kurang baik.

“Kemarin kita melakukan survei dengan sonar dan penyelaman ke titik bangkai, tapi karena kondisi airnya agak pekat akibatnya daya lihat di kedalaman 40 meter kurang baik, maksimal hanya 2-3 meter saja dari bangkai kapal,” tuturnya.

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho

Eksplorasi kapal Van Der Wijck, lanjut Wicaksono, akan dilanjutkan kembali besok pagi, setelah subuh. Yang melibatkan 13 orang dari Tim BPCB, termasuk 6 orang nelayan setempat, 2 orang penyelam POSI (Persatuan Olahraga Selam Indonesia), 1 orang dari HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Lamongan, dan 5 orang dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, serta 1 orang dari Polairud.

“Besok pagi setelah subuh, kita akan coba mengambil foto dan video di bawah air di titik lokasi bangkai Kapal Van Der Wijck,” kata Wicaksono

Ia juga berharap, bahwa besok cuacanya lebih baik, sehingga proses pengambilan foto dan video di bawah air dari bangkai kapal yang tenggelam pada tahun 1936 tersebut bisa berjalan lancar.

“Semoga besok pengambilan foto dan videonya lancar, sehingga kita bisa tahu kondisinya lebih detail,” pungkasnya. (riq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar