Peristiwa

Cuaca Ekstrem di Kota Malang, BPBD Ingatkan Warga untuk Waspada

Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto.

Malang (beritajatim.com) – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang meminta warga untuk mewaspadai datangnya cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi selama beberapa hari ke depan. Saat ini yang dilakukan BPBD adalah melakukan pra kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk ketika cuaca ekstrem.

Kepala BPBD Kota Malang Ali Mulyanto mengatakan, ada tiga macam proses penanganan dalam situasi seperti ini. Yakni pra bencana atau kesiapasiagaan, saat terjadi bencana, serta pasca bencana. Kemudian potensi bencana yang terjadi di Kota Malang meliputi angin kencang hingga pohon tumbang, tanah longsor di bantaran sungai, serta banjir sesaat atau genangan di perkotaan.

“Di musim seperti ini, BPBD selalu melakukan upaya kesiapsiagaan untuk meminimalisir dampak bencana. Potensi-potensi bencana kita minimalisir dulu,” kata Ali, Senin, (7/12/2020).

Ali mengatakan, seperti potensi bencana angin kencang kesiapsiagaan yang dilakukan adalah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). DLH diminta melakukan pemotongan pohon rawan tumbang di sejumlah titik. Karena, angin kencang menjadi penyebab utama bencana pohon tumbang.

“Berkaitan dengan pra bencana, DLH dalam hal ini memiliki otoritas untuk melakukan pemotongan pohon yang rentan tumbang. Kemudian saat ada pohon tumbang, petugas BPBD yang melakukan evakuasi. Laporan masyarakat langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan evakuasi pohon tumbang. Yang penting kami berupaya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” papar Ali.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Apalagi, di awal musim penghujan seperti saat ini, cuaca ekstrem membuat daya tahan tubuh dapat melemah. Akibatnya, virus rentan masuk ke tubuh manusia. Untuk itu imbauan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus terus dilakukan.

“Di musim penghujan saat pendemi ini, kami imbau masyarakat tertib menerapkan 3 M Yakni disiplin memakain masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak. Kemudian menjaga imun. Untuk menjaga imun itu, dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya makan cukup, istirahat cukup, serta olahraga,” kata Ali.

Sementara itu, untuk masyarakat yang tertimpa bencana, dapat melapor melalui line telpon 112. Melalui layanan 24 jam itu, masyarakat pelapor akan diarahkan pada pihak yang berkompeten melakukan penanganan.

“Jika ada laporan kejadian apapun bisa menguhubungi 112. Nanti dari situ diteruskan pada pihak yang berkompeten. Kalau kejadian bencana akan diteruskan pada BPBD untuk ditindaklanjuti. Kalau berkaitan dengan kecelakaan akan diteruskan pada Dishub dan PSC,” tandasnya. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar