Peristiwa

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Ditutup

Banyuwangi (beritajatim.com) – Cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang dan gelombang tinggi membuat aktivitas pelayaran penyeberangan di Selat Bali terganggu. Otoritas pelabuhan setempat juga memutuskan untuk menutup sementara aktivitas kapal penyeberangan di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk.

“Ya tadi sempat ditunda operasi pelayaran mulai pukul 19.00 WIB sampai 20.00 WIB,” kata Perwira Jaga Syahbandar Ketapang, Dwi Jaya, Kamis (21/5/2020).

Tingginya gelombang membuat satu kapal Agung Wilis sulit bersandar. Bahkan, membuat tali seling kapal terputus. Beruntung nahkoda berhasil mengendalikan kapal. “Tadi ada tali seling yang terputus milik kapal Agung Wilis,” katanya.

Selain itu, sejumlah kendaraan di dalam kapal juga tertahan. Karena kapal tak dapat parkir di dermaga dengan sempurna. “Ramdor kapal tidak bisa sejajar dengan dermaga pelabuhan, karena bergoyang akibat gelombang,” ujarnya.

Menurut Dwi, ketinggian gelombang di pantai mencapai 1,5 meter. Sedangkan, gelombang di tengah laut mencapai 2 meter. “Ini menyulitkan kapal untuk beraktivitas, dan berbahaya untuk pelayaran. Selain itu, jarak pandang juga terbatas,” terangnya.

Otoritas juga memberlakukan buka tutup pelabuhan. Akibatnya, ratusan kendaraan yang didominasi angkutan logistik tertahan di area parkir pelabuhan. “Kondisi ini diprediksi akan berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. Kami mengimbau agar operator kapal tetap berhati-hati dan mematuhi instruksi dari Syahbandar,” pungkasnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar