Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Coaching Clinics, Diagnosa ‘Penyakit’ Koperasi di Kota Mojokerto

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari membuat program ‘Coaching Clinics’ untuk mendiagnosa ‘penyakit’ koperasi di Kota Mojokerto. Ini lantaran dari total 187 koperasi aktif di Kota Mojokerto, hanya 19 koperasi yang dinyatakan sehat.

“Tahun ini, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) Kota Mojokerto merubah metode pembinaan dan pengawasan koperasi melalui ‘Coaching Clinics’. Juknisnya sudah disusun menjadi Perwali Pembinaan dan Pengawasan,” ungkapnya, Jumat (13/5/2022).

Program ini nantinya akan dibantu aplikasi Klinik KOROENA (Koperasi Roda Ekonomi Indonesia). Ning Ita (sapaan akrab, red), ‘Coaching Clinics’ akan dapat mendiagnosa ‘penyakit’ di seluruh koperasi se-Kota Mojokerto, sekaligus melakukan pengobatan sesuai keluhan yang dideritanya.

“Klinik ini ibaratnya rumah sakitnya koperasi, tujuannya mengobati koperasi yang tidak sehat agar menjadi sehat sehingga tidak ada lagi koperasi yang sakit di sini. Karena harus ada perubahan revolusioner terhadap metode pembinaan dan pengawasan koperasi,” katanya.

Sehingga koperasi dapat berdiri sejajar dengan badan hukum lainnya dalam memberikan kontribusi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia, khususnya Kota Mojokerto. Ning Ita berharap koperasi yang menjadi soko guru perekonomian dapat berperan aktif ikut menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Diskouperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, tahun 2022 ini akan ada pembedaan kondisi masing-masing koperasi sesuai klasifikasinya secara menyeluruh untuk memperoleh diagnosa. Tujuannya agar dapat dianalisa dengan tepat treatment yang dibutuhkan.

“Selain pembedahan kondisi masing-masing koperasi sesuai klasifikasinya secara menyeluruh, kita juga akan membentuk Tim Coaching Clinics yang memadai untuk memberikan pembinaan dan pendampingan secara holistik. Untuk memudahkan pengawasan dan pembinaan, kami menyiapkan aplikasi Klinik KOROENA,” jelasnya.

Aplikasi Klinik KOROENA akan memuat rekam medis secara lengkap seluruh koperasi di Kota Mojokerto yang bisa diupdate secara berkala dan Riil Time. Pihakmua juga menyiapkan payung hukum berupa Perwali untuk memastikan pembinaan dan pengawasan dilakukan sesuai juknis dan arah pengembangan Koperasi. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar