Peristiwa

Cerita Sedih Korban Bullying Siswa SMP 16 Kota Malang, Sering Nangis saat Ketemu Orang

Wali Kota Malang, Sutiaji (Songkok Hitam) saat di SMPN 16 Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Kota Malang bernisial MS, menjadi korban perundungan hingga kekerasan oleh sesama pelajar di sekolah itu. Trauma mendalam dia rasakan, apalagi banyak ditemukan luka lebam disekujur tubuh akibat perundungan atau bullying yang dilakukan tujuh rekannya itu.

Sudah hampir satu pekan dia dirawat di Rumah Sakit Lavalette, Malang. Dia sempat diberi opsi amputasi jari tengahnya oleh tim medis, namun keputusannya masih menunggu hasil observasi terakhir. MS harus melewatkan waktu belajarnya, karena harus bergelut melawan rasa sakit yang dia derita.

Paman MS, Taufik mengungkapkan bahwa keponakannya sering menangis sendiri ketika ada orang datang menjenguk. Keluarga turut sedih melihat MS menangis. MS pun sesekali merasakan ketakutan, keluarga khawatir MS mengalami trauma atas tindakan kekerasan teman-temannya di sekolah. “Di ruang perawatan diam, tapi kalau ada banyak orang atau didatangi orang, tiba-tiba ketakutan sampai menangis,” kata Taufik, Selasa, (4/2/2020).

Luka lebam MS diketahui ditemukan pada pergelangan tangan, jari tengah tangan kanan, punggung dan kaki. Polisi kini menangani serius kasus bullying ini. Selain melakukan penyidikan, polisi juga melakukan perlindungan kepada keluarga korban serta memberikan pendampingan psikologis untuk menghilangkan trauma MS. “Saya sudah dipanggil Polresta Malang Kota diperiksa sebagai saksi. Kami akan ikuti alurnya, meski sebenarnya keluarga tidak melaporkan ke polisi,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar