Peristiwa

Cekcok Pembentukan P2KD di Bangkalan Berbuntut Carok

foto/ilustrasi

Bangkalan (beritajatim.com) – Proses pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) di balai Desa Benangkah Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, berakhir dengan pembacokan oleh dua kubu yang saling cekcok karena menolak saat diminta untuk meningalkan balai desa. 08.00 WIB, Senin (1/2/2021).

Kejadian bermula saat salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) berinisial A tiba di balai desa, ia kemudian dihampiri oleh ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Benangkah, Ansori. Keduanya saling berbicara. Hingga Ansori meminta A untuk meninggalkan balai tersebut. Sebab, menurut Ansori, A tak diundang dalam kegiatan pembentukan panitia.

“Dari kubu A tidak terima diminta pulang, terjadilah cekcok antara A dan Ansori. Kemudian dilerai oleh Mustofa,” ujar Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja, Selasa (2/2/2021).

Saat dilerai, salah satu pendukung A yakni U muncul dan seketika membacok Mustofa dengan senjata tajam. U kemudian kabur dan menjatuhkan sajam tersebut ke tanah. Namun percekcokan masih berlanjut antara A dan Mustofa. “Saat keduanya masih saling bertengkar, MJ yakni keponakan A, mengambil sajam tadi dan membacok Mustofa,” tambahnya.

Percekcokan terus terjadi hingga Ansori berhasil melerai keduanya. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. Sementara itu, Mustofa mengalami luka parah dibagian lengan kiri, betis kiri dan kedua bahunya. “Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan,” tambahnya.

Setelah mendapat laporan tersebut, polisi kemudian melakukan pengejaran pada dua tersangka yakni MJ dan U. Polisi berhasil mengamankan MJ pada Senin petang di Desa Jambu, Burneh. “Untuk U masih kami lakukan pengejaran,” singkat Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangkalan, Aiptu Herly.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar