Peristiwa

Cek Kesiapan Gereja, Pemkot Malang Ingin Pastikan Natal Sesuai Protokol Kesehatan

Wali Kota Malang, Sutiaji saat keliling ke sejumlah gereja di Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang bersama Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Kota Malang meninjau kesiapan sejumlah gereja, Selasa, (22/12/2020). Mereka ingin memastikan ibadah natal mendatang berjalan aman sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, sebelumnya mereka telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 32 Tentang Pelaksanaan Ibadah dan Perayaan Natal 2020 serta Tahun Baru 2021. Natal boleh dilakukan asal sesuai protokol kesehatan termasuk jumlah jemaat. Dari kunjungan ini, hampir semua gereja mematuhi surat edaran.

“Berdasarkan aturan, gereja berkapasitas lebih dari seribu, kami batasi hanya 190 jemaat. Sementara, gereja kecil, kami batasi 25 persen dari total kapasitas. Rata-rata, sudah mematuhi ketentuan itu,” ujar Sutiaji.

Sutiaji meninjau hampir seluruh sudut-sudut gereja. Walhasil, semua gereja menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Bahkan, untuk membatasi jumlaah jemaat mereka melakukan pendaftaan online agar jumlahnya tidak melebihi ketentuan.

“Protokol kesehatan sudah diterapkan dan ditata. Bahkan, ada gereja yang membatasi jumlah jemaat dengan menerapkan pendaftaran online,” ucap Sutiaji.

Uskup Malang, Hendrikus Pidyarto Gunawan mengatakan, gereja tidak keberatan dengan aturan Pemkot Malang. Menurutnya, pembatasan kuota jemaat sesuai dengan surat edaran demi keselamatan umat. Dia memastikan, untuk Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Ijen Kota Malang bahkan diadakan tujuh kali misa secara offline dengan durasi satu seperempat jam.

“Kapasitasnya, masing-masing 190 orang, maksimal disini kapasitasnya hingga 700 orang. Sementara, tiga misa dilakukan secara online melalui streaming Youtube. Tidak sembarang orang bisa masuk, harus daftar dulu melalui online,” tandasnya. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar