Peristiwa

Cegah Penyebaran Covid-19, MUI Gresik Keluarkan Maklumat Bersama

Gresik (beritajatim.com) – Guna mencegah penyebaran virus Covid-19 agar tidak merajalela, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik bersama tokoh agama serta Forkopimda setempat mengeluarkan maklumat bersama.

Adapun maklumat bersama itu ditandatangani Ketua PCNU Gresik KH. M. Khusnan Ali, Ketua PD Muhammadiyah Gresik KH. Taifiqulloh Ahmady, Ketua LDII Gresik KH. Abdul Muis, Ketua FKUB Gresik Drs. KH. Afif Ma’sum. Selanjutnya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik, Zainal Abidin, Kapolres AKBP Kusworo Wibowo dan Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf Budi Handoko.

Maklumat tersebut berisi empat poin, yang berisi terkait Kabupaten Gresik masuk zona merah penyebaran Covid-19. Salah satu isinya berbunyi mulai Jumat, 3 April 2020 salat Jumat diganti dengan salat Dhuhur di rumah (tempat masing-masing). Kedua,
salat Maktubah secara berjamaah baik di masjid maupun musala sementara diganti pelaksanaannya dengan sholat di rumah masing-masing.

Ketiga, berbagai kegiatan baik yang bersifat keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu) dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda. Keempat berkaitan dengan pelanggaran terhadap tiga poin di atas akan berkonsekuensi hukum dengan peraturan yang berlaku.

Sebelum para tokoh tersebut bermaklumat, mereka terlebih dahulu menyampaikan pandangan serta kebijakan yang telah digariskan oleh DPP maupun DPW masing-masing.

“Kami tegak lurus melaksanakan semua kebijakan pemerintah pusat. Kami tidak berani mengabaikan kebijakan tersebut. Gugus tugas yang telah dibentuk tidak akan efektif tanpa bantuan para tokoh organisasi keagamaan dan masyarakat,” ujar Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Senin (30/03/2020).

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Gresik, Nadlif mengatakan, sampai per 30 Maret 2020. Orang dalam resiko (ODR) ada 722 orang. Dari jumlah itu, yang lepas dalam pengawasan 591 orang.

“Untuk yang orang dalam pengawasan (ODP) ada 354 orang. Sedangkan yang selesai dalam pengawasan 37 orang,” katanya.

Ia menambahkan, untuk pasien dalam pemantauan (PDP) ada 29 orang. Empat diantaranya sudah sembuh, dan 23 orang masih dalam pengawasan medis serta 2 orang dinyatakan positif satu meninggal dunia. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar