Peristiwa

Cegah Penyebaran Covid-19, FKUB dan Unusida Beri Bantuan Alkes ke 52 Pondok Pesantren

Sidoarjo (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kab Sidoarjo bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) memberikan bantuan alat kesehatan (alkes) kepada 52 pondok pesantren, Rabu (16/12/2020).

Peralatan yang disumbangkan FKUB dan Unusida berupa hand sanitizer 100 ml, masker kain, tangki disinfektan, tablet disinfektaan, dan vivamin C.

Masing-masing pondok pesantren mendapatkan bantuan hand sanitizer 100 ml sebanyak 400 Pcs, masker kain 1.400 Pcs, tangki disinfektan 5 unit, tablet disinfektan 5 paket, dan vitamin C 60 box.

Sekretatis FKUB Sidoarjo Idham Kholiq menuturkan, bantuan ini didapatkan dari donasi yang terkumpul. Selama pandemi Covid-19, FKUB bekerjasama dengan Unusida membuka donasi yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah, donasi yang terkumpul selama ini, mencapai Rp 2 miliar. Uang tersebut kami salurkan dan dibelanjakan semua untuk keperluan pencegahan penyebaran Covid-19. Uang semuanya kami rupakan dengan barang, tanpa mengurangi sedikitpum. Biaya operasional saja, kami memakai uang sendiri, tidak sedikitpun memakai uang donasi,” katanya.

Kerjasama FKUB dengan Unusida ini semata-mata turut serta mencegah penyebaran Covid-19 dan juga menanggulangi dampak yang ada di masyarakat. “Sebelum program pemberian bantuan berupa sembalo untuk masyarakat terdampak, juga sudah kami lakukan,” terangnya.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Rektor Unusida Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menambahkan, Unusida sangat mengapresiasi kerjasama dengan FKUB karena ingin menunjukkan sebagai kampus rahmatal lilalamin.

Donasi yang terkumpul, tak hanya untuk umat islam saja, melainkan umat beragama laim juga diperhatikan. “Semua penerima diberlakukan sama, tidak membeda-bedakan agama satu dengan lainnya. Semua warga, kelompok masyarakat yang terkena dampak, yang membutuhkan perhatian, akan diberikan bantuan,” tegasnya.

Termasuk juga, sambung Anam, kampus Unusida juga tak melulu harus kalangan nahdliyyin yang harus kuliah di Unusida. Dari kalangan lain dan juga agama lain, juga ada yang kuliah di Unusida. “Kampus Unusida terbuka untuk siapa saja yang menginginkan kuliah di sini (Unusida red,),” imbuhnya menutup. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar