Peristiwa

Cegah Penularan Covid-19, Polisi Razia Balapan Liar di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Razia balap liar kembali dilakukan oleh Satlantas Polres Ponorogo di masa pandemi Covid-19 ini. Petugas menyasar jalan baru di Desa Kemuning Kecamatan Sambit Ponorogo yang sering digunakan para ABG ini untuk melakukan aksi balap liar. Sontak kegiatan ilegal ini memunculkan kerumunan karena banyaknya pemuda yang melihat.

“Iya kemarin (25/1) sore hingga malam kami melakukan razia balap liar di jalan baru Desa Kemuning menuju proyek pembangunan Waduk Bendo,” kata KBO Satlantas Polres Ponorogo, Iptu Agus Syaiful, Selasa (26/1/2021) pagi.

Dari razia tersebut, petugaa kepolisian dari Satlantas Polres Ponorogo berhasil mengamankan sedikitnya 19 unit kendaraan bermotor roda dua. Mayoritas sepeda motor yang diamankan ini, sudah tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik. Terutama pada knalpot, sudah diganti dengan knalpot brong. Dimana knalpot ini membuat bising jika sedang berjalan di jalan raya.

Petugas Satlantas Polres Ponorogo mengamankan puluhan motor hasil razia balap liar. (Foto/Istimewa)

“Ada 19 unit roda dua yang kami amankan dari razia kali ini. Sepeda motor inj sudah tidak sesuai spesifikasi pabrikan, knalpotnya diganti brong yang membisingkan telinga,” katanya.

Razia balap liar di jalan bari Desa Kemuning ini, merupakah tindak lanjut dari aduan masyarakat sekitar. Mereka sangat terganggu dari aktivitas balap liar yang dilakukan pada sore hari itu. Masyarakat khawatir jika melintas di jalan tersebut, takut tertabrak oleh mereka yang melakukan balap liar.

“Masyarakat mengadu pada kami, bahwa kegiatan itu menggangu warga yang melintas. Warga takut tertabrak,” katanya.

Pelaku maupun penonton balap liar di Ponorogo kebanyakan adalah remaja usia SMP dan SMA. Bagi mereka yang sepeda motornya terjaring razia, untuk pengambilan harus memalui proses sidang. Selain itu juga mengikuti prosedur yang sudah ditentukan okeh kepolisian. Dengan mengembalikan sepeda motor sesuai spesifikasi pabrik. Pemanggilan orang tua dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi.

“Pengambilan motor yang kami amankan ini harus melalui sidang. Selain itu pemilik harus mengembalikan sesuai spesifikasi pabrik dan membuat surat pernyataan tidak mengulanginya lagi,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar