Peristiwa

Cegah Covid-19, Notaris dan IPPAT di Mojokerto Salurkan APD dan Berikan Paket Sembako

Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di kantor Notaris Nurul Laily di Jalan Jayanegara, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Notaris Indonesia (INI) Mojokerto, Pengda Mojokerto Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten dan Kota Mojokerto membentuk Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19. Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 bertugas melakukan penyemprotan disinfektan, menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) dan membagikan paket sembako.

Penyemprotan disinfektan dilakukan di setiap kantor Notaris/PPAT yang ada di wilayah Mojokerto secara berkala, sementara APD akan disalurkan di beberapa Rumah Sakit (RS) yang ada di Mojokerto. Ini dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah dalam penanggulangan penyebaran virus corona (Covid 19).

Ketua Majelis Pengda INI Kabupaten Mojokerto, Nurul Laily berharap notaris di Mojokerto untuk melaksanakan himbauan dari pemerintah dan organisasi baik tingkat pusat, wilayah dan daerah. “Karena untuk melaksanakan tugas-tugas dalam melayani masyarakat, kita sudah dibatasi,” ungkapnya, Kamis (2/4/2020).

Selaku notaris, lanjut Nurul, saat ini sudah tidak lagi bisa tata muka dengan masyarakat sehingga mengharuskan bekerja di kantor maupun di rumah. Dari segi administrasi harus diselesaikan sehingga majelis saat melakukan pengawasan bisa sudah selesai.

Sementara itu, Ketua Pengda INI Kabupaten Mojokerto, Gema Bismataka menambahkan, banyaknya himbauan dan informasi yang berkembang dari pemerintah saat ini sudah semakin masif dan merebah ke mana-mana. “Notaris merupakan garda terdepan dalam pelayanan perdataan, kami melayani masyarakat kami harus berhadapan dengan masyarakat pengguna jasa,” katanya.

Salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan karena pihaknya tidak mungkin menutup kantor secara penuh. Minimal mengurangi jam kerja, namun sebelumnya sudah dilakukan konsultasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“UU kita tetap mewajibkan pada saat melakukan tanda tangan harus berhadapan dengan kita, berhadapan dengan para notaris. Supaya teman-teman nyaman di kantor dan penguna jasa notaris juga nyaman, kami dari organisasi mencoba mensupport rekan-rekan tetap nyaman dengan kondisi sehat untuk melakukan jabatannya,” ujarnya.

Yakni dengan penyemprotan disinfektan dan dukungan kedua yang diberikan adalah penyaluran APD kepada tenaga medis. Karena tenaga medis yang berada di garda terdepan saat ini membutuhkan bantuan APD. Dari hasil penggalangan dana para notaris di Mojokerto akan dibelikan sejumlah APD untuk para tenaga medis.

“Seperti, hazmat, handscoon, masker, pelindung wajah akan kita bagikan ke seluruh RS di Mojokerto. Dari dana yang terkumpul, kita juga menyiapkan paket sembako dan dibagikan kepada pekerja di sektor informal. Ini sebagai wujud untuk membangkitkan kesadaran teman-teman notaris di Mojokerto dan Jawa Timur untuk aware (sadar) penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Gema menjelaskan, organisasi sudah memberikan himbauan kepada anggota Pengda INI Mojokerto dan Pengda Mojokerto Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten dan Kota Mojokerto. Seperti protokol penerimaan tamu di kantor notaris dan penyiapkan hand sanitizer dan cek suhu badan.

“Kita juga menghimbau agar sedikit mungkin mengurangi pertemuan tata muka dengan pengguna jasa atau dijadwalkan ulang setelah penetapan siaga darurat dicabut pemerintah. Ini ada dalam himbauan mulai dari pusat, wilayah dan daerah juga mengeluarkan himbauan masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Pengda INI dan IPPAT Mojokerto, Indarto menambahkan, pembentukan gugus tersebut berangkat dari bentuk keresahan ibu pertiwi lagi sakit parah. “Yakni endemik corona dan jika berlangsung lama akan memorak-poranda perekonomian. Kita lahir, besar, mencari nafkah dan mati di Indonesia. Kesadaran ini yang menjadi latar belakangnya kegiatan ini,” tambahnya.

Ada tiga agenda Gugus Tugas Pengda INI dan IPPAT Mojokerto. Masih kata Indarto, yakni penyemprotan disinfektan, 200 APD dibagikan ke beberapa RS rujukan dan yang membutuhkan dan minimal mengurangi dampak endemik dengan bakti sosial 100 paket sembako kepada fakir miskin. Satgas yang akan melakukan pendataan siapa-siapa sasarannya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar