Peristiwa

Suroan di Madiun

Catat! Pesilat Dilarang Konvoi dengan Sepeda Motor

Kapolres Madiun AKBP. Ruruh Wicaksono (foto : Polres Madiun).

Madiun (beritajatim.com) – Kegiatan besar saat bulan Suro di Madiun adalah suroan dan suran agung. Suroan merupakan tradisi yang dilakukan oleh perguruan pencak silat PSHT. Sedangkan Suran Agung merupakan tradisi dari perguruan pencak silat PSHW Tunas Muda. Demi lancarnya dua kegiatan besar itu lancar di Kota Pecel, Polres Madiun sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari jajaran Pemerintah, TNI dan para ketua perguruan pencak silat.

”Hasilnya semua berkomitmen mendukung kamtibmas yang aman dan mewujudkan Suro yang damai,” kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Sabtu (31/8/2019).

Sesuai kesepakatan bersama, diharapkan pada saat pelaksanaan Suroan nanti tidak ada konvoi dengan menggunakan sepeda motor. Pesilat yang datang dari luar Madiun harus datang dengan menggunakan kendaraan roda empat. Dan untuk sampai ke tempat acara, akan ada pengawalan dari pihak kepolisian.

”Pesilat yang datang menggunakan mobil dengan pengawalan dari petugas kami atau dari TNI,” katanya.

Dalam pengamanan kali ini, Ruruh menerjunkan sedikitnya 950 personel gabungan dari polisi dan TNI. Mereka nantinya akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan. Selain itu juga ditempatkan di perbatasan masuk Madiun. Penempatan personil tersebut, kata Ruruh bertujuan mengakomodir supaya mobilisasi dari pesilat supaya tertib.

”Pesilat yang menggunakan sepeda motor dihimbau untuk kembali. Kalau pengen mengikuti ya harus menggunakan mobil,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar