Peristiwa

Cari Pekerja Perbaikan Jembatan Tercebur di Sungai Brantas, Operasi SAR Dilanjutkan

Mojokerto (beritajatim.com) – Tubuh salah satu pekerja perbaikan jembatan yang tercebur di Sungai Brantas, Ahmad Islafudin (21) pada, Selasa (9/4/2019) belum ditemukan. Badan SAR Nasional Surabaya, Kepolisian, BPBD, PMI dibantu sejumlah potensi relawan yang ada di Mojokerto melanjutkan operasi pencarian.

Koordinasi Lapangan Kantor SAR Surabaya, Johan Saptadi mengatakan, operasi SAR dibagi empat Search and Rescue Unit (SRU) Air. Yakni LCR Basarnas, LCR BPBD Mojokerto, LCR BPBD Tuban) serta SRU Darat dari Potensi Se-Mojokerto dan warga setempat,” ungkapnya, Kamis (11/4/2019).

Masih kata Johan, SRU Air yakni SRU 1 yakni LCR Basarnas melakukan pencarian ke arah sisi kiri dari Jembatan Desa Tanjang sampai jembatan arteri Porong. SRU 2 yakni LCR BPBD Tuban, melakukan pencarian ke arah timur di sisi kanan Jembatan Desa Tanjang sampai jembatan arteri Porong

“SRU 3 yakni LCR BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan penyisiran dari jembatan Desa Tanjang ke arah barat menuju TKM dan SRU darat melakukan pemantauan di beberapa titik yang dicurigai. Yakni jembatan TKM, DAM di Desa Tanjung Anom Bulang, jembatan arteri, muara sungai Brantas/Tlocor,” katanya.

Yang dilakukan dari potensi Semo Mojokerto dan Sidoarjo. Johan menjelaskan, nantinya semua SRU kembali ke posko utama untuk melaksanakan debriefing dan melaporkan hasil pencarian. Bahkan pihaknya sudah merencanakan skenario jika korban ditemukan.

“Untuk skenario evakuasi jika korban ditemukan, kami sudah koordinasikan dengan kepolisian. Dalam hal ini yakni Polsek Pungging, yakni dengan menggunakan ambulance PMI Kabupaten Mojokerto untuk mekanisme evakuasinya dan dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar