Peristiwa

Cara Unik Warga Dander Rawat Ekosistem Sungai

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sekitar 400 ekor kura-kura dilepasliarkan oleh warga Desa/Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Pelepasan hewan yang sering disebut bulus oleh warga itu ditujukan agar menumbuhkan ekosistem sungai.

“Ada sekitar 400 ekor bayi kura-kura dan 2 ekor indukan yang dilepaskan ke sungai” kata Kepala Desa Dander, Supriyanto, Kamis (2/7/2020).

Pelepasliaran kura-kura itu dilakukan sejumlah warga dari mulai anak-anak hingga dewasa, aparat desa, dengan petugas TNI dan Polri. Mereka dengan suka cita melihat sungai yang jernih dan nampak kura-kura yang sedang berenang.

Menurut cerita, sungai yang digunakan melepas kura-kura itu bernama Sungai Bulusan. Nama tersebut diambil dari banyaknya kura-kura yang berada di sungai tersebut. Namun, lambatlaun ekosistem kura-kura mulai hilang.

Aksi peduli sungai dengan melepas kura-kura tersebut juga merupakan rasa keprihatinan warga atas rusaknya ekosistem sungai. “Saat ini tinggal tersisa namanya saja sementara bulusnya telah lama punah dan menghilang tak tersisa,” terangnya.

Supriyanto menyebut, penyebab punahnya kura-kura di Sungai Bulusan ini akibat tangan manusia yang gemar melakukan perburuan liar. Saat ini warga telah berkomitmen mengembalikan fungsi sungai seperti sediakala termasuk juga ekosistem di dalamnya.

Kades Dander menambahkan bulus atau kura-kura ini di datangkan dari Jawa tengah. Untuk memastikan kura-kura yang dilepas tak menjadi perburuan, pemerintah desa telah menyiapkan perangkat aturan dengan ketat termasuk memberikan sanksi bagi pemburu.

“Semoga dengan pelepasan akan kembali pada fungsinya semula sekaligus dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air warga sekitar baik untuk keperluan sehari-hari maupun saluran irigasi pertanian terutama saat tiba musim kemarau,” pungkasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar