Peristiwa

Cabut Aki dan Penuhi BBM Agar Kendaraan Tidak Mogok

Bengkel Iwan Auto Service Sampang.

Sampang (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, terhitung mulai 3-20 Juli 2021, tidak hanya berdampak kepada aktivitas fisik saja, tetapi juga berimbas terhadap kendaraan yang tidak terpakai. Seperti motor dan mobil. Oleh sabab itu, untuk mengantisipasi adanya kerusakan pasca PPKM maka harus mengamankan beberapa komponen yang rawan rusak jika tidak terpakai, semisal catu daya atau aki.

“Kalau mobil atau motor yang lama tidak dipakai alangkah baiknya jika sambungan aki pada titik plusnya dibuka, agar accu tidak tekor selama kendaraan standby dengan jangka waktu yang lama,” kata Iwan Heri.S mekanik mobil Auto Service sekaligus tenaga ahli kendaraan di jalan Makboel, Kelurahan Polagan, Sampang, Selasa (6/7/2021).

 

Lanjut pria yang disapa Iwan ini menambahkan, tidak kalah penting lagi yakni tangki penampungan BMM alahkah baiknya juga dipenuhi. Sebab, jika dalam jangka waktu lama tangki kendaraan dalam kondisi kosong akan menimbulkan karat dan kotor yang nantinya bisa menyumbat kelancaran aliran BBM. Terutama untuk mobil tua.

“Tangki atau penampungan BBM mobil tua terkadang pelapis karat di dalam sudah mengelupas, itulah penyebab kadang bensin kotor dan menjadi penyebab kendaraan mogok, tetapi kalau tangki dalam keadaan bersih maka aliran bensin lancar,” tegasnya.

Masih kata Iwan, dua hal penting itu yakni pencabutan aki dan penuhi BBM dalam tangki kendaraan merupakan salah satu bentuk perawatan kendaraan di saat PPKM, sehingga jika mobil atau motor hendak dipakai usai PPKM tinggal stater jreng langsung jalan tanpa ada kendala.

Sekadar diketahui, pemberlakuan PPKM darurat yang terjadi di Kabupaten Sampang, berlangsung selama 18 hari terhitung dari tanggal 3 sampai 20 Juli 2021. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar