Peristiwa

Bus Tak Laik Jalan, Haram Berangkat

Demi Keselamatan: Petugas memeriksa kelaikan bus sebelum berangkat. (Foto: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Mendekati natal dan tahun baru (nataru), petugas Terminal Tipe A Seloaji setiap hari menggelar ram check. Ram check yang dilaksanakan meliputi mulai kelaikan ban, roda, lampu penerang dan isyarat, kondisi kaca, ban serep, dan surat menyurat yang menjadi persyaratan wajib.

”Menindak lanjuti surat edaran dari Kementerian Perhubungan. Ram check mulai dilakukan sejak akhir bulan November lalu,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) Terminal Tipe A Seloaji Eko Hadi Prasetyo, Rabu (18/12/2019).

Eko mengungkapkan bahwa terminal Seloaji ini merupakan terminal pemberangkatan dan pemberhentian, jadi inspeksi terhadap kelaikan armada dilakukan di dalam lingkungan terminal. Ada puluhan armada bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang berangkat dari terminal Seloaji setiap hari.

”Setelah dilakukan pengecekan, sedikitnya 15 armada yang tidak laik jalan. Kebanyakan penyebabnya karena kondisi ban yang memprihatinkan,” katanya.

Jika vulkanisir meskipun membahayakan, kalau itu ban belakang dan masih bagus, kata Eko masih diteloransi. Tapi kalau sudah benar-benar botak, tidak boleh berangkat. Akhirnya 15 bus tersebut dijatuhi sanksi penundaan keberangkatan sampai ada perbaikan. Eko dengan tegas menyatakan tidak ada toleransi, sebab ban termasuk krusial dalam menjaga keselamatan para penumpang. Sehingga Dia menekankan untuk ban depan harus yang asli.

”Jadi sebelum diganti, armada bus tersebut haram untuk berangkat,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar