Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Burung Kakak Tua Jambul Kuning di Pulau Masakambing Nyaris Punah, Gubernur Jatim Tetapkan Ini

: Tim ekspedisi kakak tua jambul kuning di Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu (foto : ist)

Sumenep (beritajatim.com) – Salah satu jenis burung kakak tua yakni kakak tua kecil Jambul Kuning sub spesies abbotti, saat ini telah berada di ambang kepunahan.

Habitat terakhir Cacatua sulphurea abbotti sampai saat ini hanya berada di Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep.

Karena itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menetapkan Pulau Masakambing sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) melalui Surat Gubernur Jawa Timur Nomor 188/166/KPTS/013/2020 tertanggal 13 April 2020 yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Nomor 188/120/KPTS/013/2021 tentang Pengelola KEE Pulau Masakambing.

Dalam SK itu, disebutkan bahwa pengelola KEE Pulau Masakambing adalah OPD-OPD serta lembaga masyarakat yang mempunyai komitmen dalam mendukung pelestarian burung kakak tua dan pembangunan di Pulau Masakambing.

Kasi Konservasi Wil IV BBKSDA, Sumpena memaparkan, ada 26 ekor burung kakak tua kecil jambul kuning yang sampai saat ini masih ada di Pulau Masakambing. Disitu terdapat 5 pohon sarang (3 pohon randu dan 2 di mangrove), serta 4 pohon tidur (pohon kelapa).

“Kami berharap ada upaya pelestarian bersinergi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga bisa menambah populasi burung kakak tua jambul kuning di tahun-tahun mendatang,” katanya, Rabu (25/05/2022).

Kegiatan Pengelolaan KEE Pulau Masakambing dilaksanakan oleh Cabdin Kehutanan Wil Sumenep dengan tema Ekspedisi Abboti.

Selama 8 hari, tim ekspedisi yang merupakan kolaborasi dari Tim CDK Wil Sumenep dan Tim BBKSDA Wil IV Jawa Timur ini mempunyai misi konservasi pengelolaan populasi dan habitat kakak tua. Selain itu, juga ada kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pembinaan Kelompok Tani Hutan dan Pembentukan PKSM di Pulau Masakambing.

: Tim ekspedisi kakak tua jambul kuning di Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu (foto : ist)

Ketua Tim Ekspedisi Abboti sekaligus Kasi RLPM CDK Wil Sumenep, A Katri Atmodjo menjelaskan, pada ekspedisi kali ini juga dilaksanakan bimbingan teknis pengelolaan lebah madu jenis Trigona.

Selain itu, juga memberikan bantuan berupa 5 koloni lebah dan biji2 tanaman Air Mata Pengantin sebagai salah satu sumber pakan kepada KTH Jambul Kuning.

“Harapan kami nanti di tahun 2023, ketersediaan pakan lebah, baik dari tanaman lokal maupun hasil tanaman budidaya menjadi optimal. Selanjutnya Pulau Masakambing bisa dikembangkan menjadi sentra madu untuk wilayah Kecamatan Masalembu,” ujarnya. (tem/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar