Peristiwa

Buruh Sidoarjo Tuntut Batalkan dan Cabut UU Cipta Kerja Omnibus Law

Sidoarjo (beritajatim.com) – Ratusan buruh dari berbagai elemen di Sidoarjo melakukan aksi menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (6/10/2020).

Selain melakukan orasi, perwakilan buruh juga membentangkan banyak poster bertuliskan penolakan dan tuntutan. “Kami menuntut legislatif dan pemerintah untuk membatalkan dan mencabut omnibus law tersebut,” ujar kordinator aksi, Khoirul Anam.

Dia menambahkan, sejumlah pasal dalam Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law tidak berpihak pada buruh. Dia menerangkan, omnibus law dinilai merugikan buruh.

Selain menolak undang-undang omnibus law, buruh juga menuntut instansi terkait segera merancang upah minimum Sidoarjo tahun 2021. Termasuk meminta membereskan seluruh masalah ketenagakerjaan yang melibatkan buruh dan pengusaha.

Usai melakukan orasi, perwakilan buruh diterima oleh pihak DPRD Sidoarjo. Yang menemui perwakilan adalah Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman dan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo M. Kayan.

H. Usman menyatakan UU Cipta Kerja adalah produk DPR RI, semua aspirasi yang ada di daerah (Sidoarjo red,) akan disampaikan ke pusat. “Aspirasi teman-teman buruh akan kami sampaikan ke pusat,” terang politisi PKB itu.

Dalam kesempatan sama, anggota Fraksi PKS Aditya Nindyatman menyikapi terkait aspirasi dari kaum buruh yang menolak disahkannya UU Cipta Kerja Omnibus Law tersebut, siap untuk melanjutkan kepada pemerintah pusat.

“Kami Fraksi PKS DPRD Sidoarjo akan berkirim surat kepada pimpinan DPRD Sidoarjo agar tuntutan serikat pekerja bisa ditindaklanjuti ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Saat ini, Aditya melanjutkan, Fraksi PKS DPR RI secara resmi dalam paripurna kemarin menyatakan penolakannya terhadap RUU Omnibus Law untuk dijadikan UU.

Penolakan tersebut tentunya berdasarkan beberapa alasan yang sifatnya bertentangan dengan kesejahteraan sosial di masyarakat. “Tentunya juga penolakan ini seragam hingga tingkat fraksi DPRD propinsi dan kabupaten kota,” pungkasnya. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar