Peristiwa

Wadul DPRD Kabupaten Malang

Buruh Pabrik Rokok Sorgum Meradang, Tagih Pesangon Tak Kujung Datang

Malang (beritajatim.com) – Puluhan buruh pabrik rokok Gudang Sorgum menggelar audiensi dengan DPRD dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang di gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (11/11/2020)

Dalam audiensi itu, pihak buruh meminta Disnaker Kabupaten Malang memfasilitasi tuntutan buruh kepada pihak perusahaan yang belum memberikan uang pesangon selama bekerja di PR Sorgum sekaligus sisa THR (Tunjangan Hari Raya) yang belum dibayarkan sebanyak 35 persen.

“Kami datang kesini untuk mengadu kepada Disnaker atas hak-hak eks buruh PR Sorgum yang belum dibayarkan,” terang Kuasa Hukum eks buruh PR Sorgum, Yiyesta Ndaru Abadi.

Pria yang juga menjadi anggota Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pemuda Pancasila Kota Malang itu menjelaskan, jumlah pesangon yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan rata-rata senilai Rp 50-60 juta per orang. “Sedangkan 35 persen sisa THR jika diuangkan kira-kira senilai Rp 1,3 juta,” paparnya.

Yiyesa juga menilai, proses PHK yang dilakukan kepada PR Sorgum yang jumlahnya berkisar 480 orang itu sepihak. “Saya kira proses PHK. Sebab tiba-tiba manajemen PR Sorgum menyuruh karyawan tidak kerja. Kemudian disuruh ke Jamsostek untuk menyatakan sudah tidak bekerja sejak tanggal sekian,” tegasnya.

Tak terima dengan pernyataan PR Shorgum itu, ratusan karyawan melakukan aksi tuntutan di PR Sorgum Rabu (11/11/2020). Tepatnya sebelum audiensi dengan Disnaker.

“Sebelum menggelar aksi kita sudah Bipartit dengan bipartit sebanyak 3 kali. Namun tidak membuahkan hasil. Bahkan sebaliknya komunikasi antara keduabelah pihak selalu berakhir panas,” katanya.

“Perusahaan juga sempat menawarkan pesangon senilai Rp 4 juta dalam bipartit pertama dan Rp 8 juta dalam bipartit kedua. Nah, itukan sangat tidak manusiawi,” beber Yiyesa.

Atas dasar itulah, Yiyesa mengaku akan membuat laporan ke Disnaker untuk proses tripartit. Dengan harapan hak-hak eks buruh itu ditunaikan oleh PR Sorgum. “Hari ini kita sudah buat laporannya ke Disnaker,” Yiyesa mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar