Peristiwa

Buruh Mojokerto Aksi di Surabaya, Kapolres Mojokerto Ingatkan Protokol Kesehatan

Mojokerto (beritajatim.com) – Massa aksi dari Mojokerto menggelar unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja ke Grahadi Surabaya. Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander memimpin langsung pengamanan keberangkatan massa aksi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Untuk kesekian kalinya masa aksi dari Mojokerto melakukan penolakan atas Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Kali ini buruh yang tergabung dalam Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Mojokerto yang akan melakukan aksi ke Kantor Gubernur Jawa Timur.

Ketua PC SPAI FSPMI Kabupaten Mojokerto, Eka Hernawati mengatakan, seluruh KSPPI seluruh Indonesia, Selasa, (27/10/2020) serentak melakukan aksi penolakan terhadap penetapan Omnibus Law yang telah ditetapkan pemerintah pada tanggal 5 Oktober 2020 yang lalu.

“Kurang lebih 80 orang perwakilan massa aksi berangkat dari Mojokerto menuju Grahadi. Sebagian menggunakan bus dan sebagian lainnya menggunakan kendaraan roda dua,” ungkap di pintu masuk kawasan Ngoro Industri Persada (NIP), Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander berpesan kepada para buruh dalam menyampaikan aspirasinya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. “Karena pandemi Covid-19 masih ada di sekitar kita, tetap menjaga keselamatan dijalan dan tidak melakukan hal yang berakibat pelanggaran hukum,” katanya.

Sesuai perintah Kapolres Mojokerto, untuk menjaga keamanan dan keselamatan para pengunjuk rasa di lakukan pengawalan ketat anggota dari Polres Mojokerto mulai berangkat sampai dengan lokasi dan sekembalinya lagi ke Mojokerto. Massa aksi bergerak menuju Surabaya melalui jalur bawah melewati Krian Sidoarjo. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar