Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Peringati Berdirinya Federasi Serikat Buruh Dunia

Buruh dan Mahasiswa Surabaya Demo di Depan Grahadi

Suasana saat buruh dan mahasiswa berkumpul di depan Grahadi

Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan aktivis gabungan buruh dan mahasiswa datangi Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/10/2021). Mereka memperingati berdirinya Federasi Serikat Buruh Dunia atau World Federation of Trade Unions.

Dengan membawa satu mobil komando dan sejumlah sepeda motor, puluhan buruh dan mahasiswa tersebut terlihat mulai berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi sejak pukul 13.00 WIB. Pantauan beritajatim, sejumlah buruh menggunakan seragam berwarna merah yang bertuliskan KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) dibagian belakangnya. Sedangkan, para mahasiswa mengenakan pakaian hitam dengan tulisan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) didada sebelah kanan.

“Kita di sini membawa suara masyarakat. Kita tidak boleh diam saja, kita harus memperjuangkan hak-hak kita. Hidup buruh, hidup mahasiswa, hidup perempuan yang melawan,” kata salah satu orator.

Menanggapi aksi tersebut, juru bicara massa dari KASBI, Bianto mengatakan, demontrasi itu bertujuan untuk memperingati ulang tahun World Federation of Trade Unions, yang jatuh pada 3 Oktober, lalu.

“Kami memperingati World Federation of Trade Unions, itu organisasi federasi buruh internasional. Karena sudah 76 tahun, kelahiran organisasi tersebut,” kata Bianto.

Peringatan hari World Federation of Trade Unions tersebut, kata Bianto, sebagai pengingat bahwa serikat buruh masih ada. Dengan demikian, pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang merugikan masyarakat, terutama para pekerja.

“Karena kami sadar berorganisasi, UU pemerintah itu tidak pernah memihak buruh, tidak memihak rakyat, dan sejak kami sadar dengan gerakan buruh, kami tidak akan mundur menghadapi pemerintahan,” jelasnya.

Semetara itu, perwakilan mahasiswa GMNI Universitas Negeri Surabaya, Amirul Hakim mengatakan bahwa aksi kali ini untuk membantu menyuarakan aspirasi buruh. Yakni dengan menuntut agar di cabutnya UU Omnibus Law.

“Tuntutan kami ada pencabutan UU Ombibus Law, terus tolak pemberangusan serikat pekerja. Kami kesal karena kawan-kawan pekerja sekarang ini banyak mendapat intimidasi,” tutupnya. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar