Peristiwa

Buru Pelaku Perusakan Tiang Bendera di Asrama Papua, Polisi Cek CCTV

Asrama mahasiswa Papua yang ada di Jl Kalasan Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Dugaan perusakan Bendera Merah Putih di depan AMP (Asrama Mahasiswa Papua ) di Jalan Kalasan, Surabaya belum juga rampung. Polrestabes Surabaya masih mencari kamera pengawas atau CCTVyang bisa membantu pembuktian adanya penrusakan bendera dan menangkap pelakunya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugrohi menjelaskan, sejaih ini penyelidikan yang dilakukan Polrestabes sudah memanggil dan memeriksa 72 orang saksi. Mereka diduga mengetahui kejadian itu. Para saksi ditanya terkait kasus tiang yang bengkok dan membuat bendera masuk ke selokan di depan asrama tersebut.

“Saat ini ada sebanyak 72 saksi yang diperiksa, termasuk TS (Tri Susanti). Saksi- saksi tersebut diantaranya dari penghuni Asrama Mahasiswa Papua, saksi dari Ormas, masyarakat, Camat dan Satpol-PP dan TNI,” jelasnya, Jumat (30/8/2019).

Hingga saat ini polisi masih mendalami dan memperkuat keterangan saksi mata yang mengetahui kasus tersebut. “Dari keterangan saksi diketahui bendera yang berada di depan asrama mahasiswa Papua ini awalnya berdiri tegak,” papar Sandi.

“Sebelum salat Jum’at bendera masih berkibar, hingga kemudian bendera diketahui sudah tidak ada usai salat,” lanjutnya.

Kombes Pol Sandi memaparkan, usai salat Jumat saksi menemukan kondisi tiang bengkok menjadi tiga hingga membuat bendera jatuh masuk selokan. Selain pemeriksaan saksi-saksi, penyidik Polrestabes Surabaya juga melakukan pemeriksaan CCTV yang merekam kondisi sekitar Jalan Kalasan pada 15,16 dan 17 Agustus 2019.

Perlu diketahui, kasus bendera merah putih yang ditemukan jatuh pada 15 Agustus ini membuat beberapa kericuhan. Akibat kejadian ini sempat terjadi gesekan antara mahasiswa di dalam asrama dengan beberapa Ormas yang ada di Surabaya. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar