Peristiwa

Buri, Tradisi Warga Ramai Berburu Ikan di Tambak Pasca Panen

Suasana puluhan warga berburu ikan di tambak yang ada di Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Tuban. [foto: M Muthohar]

Tuban (beritajatim.com) – Puluhan warga Kuwu, Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban serta sejumlah warga desa sekitar beramai-ramai melakukan perburuan ikan atau mencari ikan di tambak setelah tambak tersebut di panen.

Tradisi kegiatan berburu ikan di tambak yang baru saja di panen tersebut disebut oleh warga setempat dengan istilah Buri (Buru Iwak). Yang mana siapapun boleh untuk menangkap berbagai jenis ikan yang tertinggal di tambak setelah proses panen telah dilakukan oleh pemilik tambak, Senin (31/5/2021).

Dengan menggunakan berbagai macam peralatan puluhan warga langsung menyerbu area tambak yang dikuras airnya dan pemilik tambak telah menyatakan selesai melakukan panen. Sebelum mereka mencari ikan dengan turun ke tambak yang berlumpur itu, mereka telah menunggu di sekitar lokasi tambak yang akan di panen dan ketika sudah diijinkan mereka langsung turun.

“Ini sudah biasa mas, namanya Buri. Kalau tambaknya habis dipanen biasanya pemiliknya membiarkan warga untuk mencari ikan,” terang Jasuki (48), salah satu warga Dusun Kuwu, Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban yang ikut berburu ikan di tambak itu.

Untuk berebut mencari sisa-sisa ikan di tambak yang baru saja di panen itu, puluhan warga membawa berbagai macam peralatan supaya mendapatkan banyak ikan. Seperti halnya membawa jala, jaring dan juga alat strum dengan mennggunakan aki. “Ini yang baru panen tambak Udang. Jadi ini yang banyak didapatkan ya Udang,” tambahnya.

Meski telah dipanen, ternyata sejumlah warga yang ikut beburu ikan di tambak udang milik warga Babat, Lamongan tersebut juga masih banyak yang mendapatkan udangnya. Udang atau ikan yang mereka dapatkan itu jika terkumpul banyak maka oleh warga akan dijual dan sisanya akan mereka gunakan untuk dimasak sendiri.

“Ini rencana ya mau saya jual, soalnya kalau Udangnya yang besar-besar itu satu kilonya biasanya laku Rp 60 ribu,” ungkap Tini (38), ibu-ibu yang juga bersama anak-anaknya untuk ikut berburu ikan di tambak yang baru selesai di panen itu.

Sementara itu, tradisi Buri di tambak yang lokasinya berada di pinggir Jalur Pantura Tuban itu juga banyak menyita perhatian bagi pengendara yang melintas terutama pengendara sepeda motor. Selain itu, sebagain pengendara motor kemudian berhenti dan juga ikut untuk berburu ikan sisa-sisa tambak yang telah panen itu.[mut/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar