Peristiwa

Bupati Sidoarjo: Desa dengan Inovasi Terbaik Akan Dapat Reward

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan memberikan penghargaan bagi desa-desa di wilayahnya yang berhasil menampilkan capturing kegiatan inovasi dan dinilai sebagai yang terbaik guna mendorong masifikasi kemanfaatan penggunaan Dana Desa yang kini telah mencapai tahun ke-5, sejak pertama kali diluncurkan pada 2015 lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan secara khusus oleh Bupati Sidoarjo, Saiful Illah pada saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster III Kabupaten Sidoarjo yang merupakan hari kedua dari rangkaian Pekan BID Sidoarjo yang dilaksanakan di Gedung Gladiol Convention Hall milik Badan Usaha Milik (BUM) Desa Pakarungan, Kecamatan Sukodono pada Rabu (28/8/2019).

“Pemkab Sidoarjo tidak akan tutup mata, bagi desa yang telah melahirkan inovasi terbaik akan mendapatkan penghargaan. Prosesnya nanti aka nada penilaian sehingga memunculkan kegiatan-kegiatan inovasi desa terbaik alias Best of the best yang akan ditetapkan dari hasil capturing yang ditampilkan dalam pekan BID di Sidoarjo,” kata Saiful Illah.

Secara khusus Bupati Sidoarjo memberikan apresiasi keberadaan fasilitas gedung pertemuan milik BUMdesa Pakerungan yang saat ini digunakan sebagai lokasi BID Cluster III Kab. Sidoarjo.

“Kegiatan usaha BUMdesa mesti beroritentasi bisnis dan juga perlu mempertimbangkan propek ekonomi dan keuntungannya seperti fasilitas gedung Gladiol Convention Hall ini. Langkah ini mesti jadi contoh untuk desa-desa lainnya. Hal sama juga seperti yang dilakukan BUMDesa Watesari yang akan saya kunjungi pasca acara BID ini yang mengembangkan agrobisnis kebun Blimbing,” ungkap Bupati Sidoarjo tersebut.

Koordinator Konsultan Penamping Wilayah (KPW) IV Provinsi Jawa Timur, Andre Dewanto menegaskan Kabupaten Sidoarjo dengan total desa 322 yang tesebar di 18 Kecamatan itu pada 2019 ini mendapat pagu aliran DD sebesar Rp295,899 miliar, alokasi ini meningkat dibandingkan pada awal 2015 yang cuman Rp91,414 miliar dan meningkat secara bertahap menjadi Rp205,23 miliar pada 2016.

“Pagu DD tahun 2017 untuk Sidoarjo mencapai Rp261,93 miliar dan jadi Rp252,255 miliar. Problem penyaluran DD di Sidoarjo secara umum tidak ada kecuali adanya 4 desa yang tenggelam terdampak lumpur yang kedepan mesti segera mendapat status penyelesaian agar SILPA nya DD Sidoarjo tidak meningkat terus,” kata Andre pada kesempatan sama.

Andre berharap implementasi Program Inovasi Desa yang kini memasuki tahun ketiga dimana dimulai pada 2017 di Sidoarjo bisa semakin menampakkan hasilnya guna menjadi program pendamping dalam proses penyerapan DD lebih massif lagi.

“PID dengan agenda utama adalah BID sebagai wahana pertukaran ide, komitmen serta ilmu pengetahuan terkait kegiatan inovasi dengan tampilan capturing inovasi baik menu nasional maupun menu local bisa semakin membuat Desa bisa Inovatif, Mandiri, Berkelanjutan dan Sejahtera sebagai wujud nyata implementasi UU Desa dan konsep membangun Indonesia dari pinggiran,” ujarnya.

Secara khusus Andre memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Tim Inovasi Kabupaten Sidoarjo yang pada 2018 telah menghasilkan 148 komitmen dan kini telah dituangkan dalam dokumen perencanaan baik RKP (Rencana Kerja Pemerintah) desa serta APB (Anggaran Pendapatan dan Belanja ) Desa 2019 dengan total nilai Rp13,5 miliar.

“Harapannya pekan BID 2019 Kabupaten Sidoarjo ini bisa menghasilkan komitmen untuk kegiatan inovasi lebih banyak lagi,”tegasnya.

Peletakan Batu Pertama
Bupati Sidoarjo Saiful Illah melakukan proses peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat Edukasi dan Pengolahan Buah Belimbing.

“Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo ini sangat luar biasa karena sudah mampu membuat upaya inovasi khususnya terkait Pusat Edukasi dan Pengolahan buah Belimbing yang merupakan bagian dari Program Pilot Inkubasi Inovasi dan Pengembangan Ekonomi Lokal Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Langkah ini mesti dicontoh desa-desa lainnya di Sidoarjo,” ungkap Saiful Illah pada acara tersebut.

Bupati Sidoarjo itu juga memberikan apresiasinya terkait Desa Watesari khususnya melalui BUMdesa telah dikunjungi sejumlah desa dari kabupaten lain termasuk ada kunjungan dari warga asing yang melakukan studi banding.

“Desa Watesari sudah menjadi desa percontohan yang faktanya sudah jadi lokasi studi banding. Infonya yang berkunjung dari desa-desa Kabupaten Jombang termasuk ada warga asing dari Myanmar dan Jepang yang melakukan riset,” ungkapnya (air)



Apa Reaksi Anda?

Komentar