Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Bupati Mojokerto Serahkan 39 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir

Warga Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto usai menerima paket sembako dari Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir yang meremdam dua desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto menjadi perhatian Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Senin (14/3/2022). Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menyerahkan sebanyak 39 paket sembako kepada warga terdampak banjir.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Joko Supangkat mengatakan, ada sebanyak 39 paket sembako yang diserahkan Bupati kepada warga Desa Betro dan Desa Watesprojo, Kabupaten Kemlagi, Kabupaten Mojokerto dampak banjir luapan.

“Sebanyak 16 paket sembako diserahkan kepada warga di Desa Betro dan sebanyak 23 paket sembako untuk warga Desa Watesprojo, total ada 39 paket sembako. Banjir yang meremdam dua desa dengan ketinggian di jalan kurang lebih 20-25 cm, sedang rumah warga di Desa Betro ketinggian kurang lebih 5-10 cm, Desa Watesprojo kurang lebih 10-15 cm,” katanya.

Warga Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto usai menerima paket sembako dari Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Caption : Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati saat menyerahkan bantuan sembako ke warga terdampak banjir di Dusun Betro Timur, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Selain merendam jalan dan rumah warga, banjir juga mengakibatkan 30 hektar tanaman tebu umur 5 bulan serta jagung, singkong dan padi siap panen di Desa Betro terendam. Sedangkan di Watesprojo, area persawahan tergenang seluas 30 hektar tanaman tebu umur 4 bulan dan tanaman padi siap panen terendam.

“Kondisi terakhir, trend genangan air stabil di dua desa tersebut stabil. Jumlah rumah yang terendam di Desa Betro mengalami peningkatan, yang sebelumnya 2 rumah menjadi 17 rumah. Untuk Desa Watesprojo ada 17 rumah yang teredam serta SDN Watesprojo sehingga para siswa belajar di Balai Desa,” tegasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar