Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Bupati Kediri Pelototi Pelayanan Desa kepada Masyarakat

Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, serius dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat desa. Kepala daerah yang akrab disapa MasĀ  Dhito ini sampai menegaskan di hadapan para kepala desa bakal memonitoring pelayanan Pemerintah Desa (Pemdes) kepada warganya.

“Bapak Ibu semua kepala desa, bahwa desa ini mulai tahun depan akan saya monitor mana-mana saja, yang pelayanannya dianggap kendur mana-mana saja yang pelayanannya maksimal,” kata Mas Dhito saat acara silaturahmi dan halal bihalal dengan kepala desa di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Jumat (13/5/2022).

Pesan yang disampaikan Mas Dhito itu bukan main-main. Bagi desa dengan pelayanan dinilai kendor, Mas Dhito tak akan segan memberikan punishment atau sanksi. Pun demikian, bagi Pemdes yang pelayanan kepada warganya maksimal dan baik bakal diberikan reward.

“Tahun ini sebenarnya sudah kita monitor tapi kita belum melakukan reward and punishment,” ungkap Mas Dhito.

Di sisi lain, Mas Dhito menyampaikan dia datang dan memimpin Kabupaten Kediri yang memiliki wilayah 26 kecamatan, terdiri dari 343 desa dan 1 kelurahan itu bukan untuk ditakuti. Sebagaimana yang disampaikan saat bertemu camat dan kepala OPD, Mas Dhito meminta kepala desa untuk tidak takut bertemu bupati.

Diharapkan dengan pertemuan itu, bilamana ada persoalan di masyarakat kepala desa dapat menyampaikan secara langsung untuk bersama dicari solusi. Untuk itu, Mas Dhito kembali berpesan kepala desa supaya tidak sungkan bertemu dirinya.

“Saya itu datang ke Kediri tidak mau kalau orang itu ketemu saya takut. Bukan itu yang saya cari. Tapi bagaimana caranya membangun Kediri itu dari hati nurani,” tuturnya.

Kepada kepala desa yang hadir, Mas Dhito pun meminta maaf bilamana ada kebijakan, atau pelayanan yang dilakukan pemerintahannya dirasa kurang memuaskan. Pihaknya pun meminta kepala desa tidak sungkan untuk mengoreksi dirinya.

“Karena saya ataupun pemerintahan kabupaten ini enggak akan bisa maju kalau tidak dikoreksi dari tataran pemerintahan yang paling mendasar yaitu adalah pemerintahan desa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedak Sunarti disinggung mengenai pernyataan bupati yang akan melakukan monitoring pelayanan di Pemdes menyatakan langkah itu menunjukkan sikap Mas Dhito yang peduli dengan masyarakat. Kegiatan monitoring itu dinilai akan memacu Pemdes dalam meningkatkan pelayanan.

“Tentunya sebagai aparat pemerintah juga tidak akan sembrono, karena itu kewajiban kita sebagai pelayan masyarakat. Dan itu saya sangat setuju,” ucapnya. [adv kominfo/nm/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar