Peristiwa

Bupati Ipong Tanggapi Viralnya Foto Ibu Hamil Ditandu

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bergerak cepat menaggapi viralnya ibu hamil yang ditandu dan bayinya meninggal karena diduga infrastruktur jalan yang buruk. Orang nomor satu di Ponorogo itu memerintahkan camat Badegan Ringga Dwi Heri Irawan untuk terjun ke Desa Dayakan untuk mengetahui keadaan jalan atau infrastruktur yang sebenarnya disana.

Dari informasi camat tersebut diketahui bahwa jalan yang dilalui Narti (22), ibu hamil yang ditandu bukan jalan sempit. Kendati jalan tanah namun jalan itu dapat dilalui Mobil. ‘’Berhubung ini musim hujan dan jalan licin. Mobil tidak berani masuk,’’ kata Ipong saat ditemui di PCC, Rabu (20/2/2019).

Ipong menyebut bahwa foto yang ditandu itu memang betul dan bayinya meninggal bukan karena infrastruktur. Bukan juga karena goncangan saat dia ditandu. Saat itu, kondisi jalan memang licin akibat guyuran hujan, serta Narti yang terus mengeluhkan sakit pada perutnya. ‘’ Dan orang asli situ memang sudah terbiasa menandu seperti itu. Jalan yang difoto itu juga terdapat rabat walau tidak menyeluruh,’’ katanya.

Selain itu, lanjut Ipong menurut laporan tim medis RSUD dr Harjono Ponorogo mengatakan, bayi dalam kandungan Narti diprediksi sudah meninggal dua hari sebelum dibawa ke RSUD dr Harjono. Narti sendiri diketahui sempat mengeluhkan sakit perut hebat pada Desember 2018 dan menjalani opname 3 hari di rumah sakit.

Namun pada, Sabtu (16/2/2019) lalu, Narti kembali mengeluhkan sakit perut. Dan pada Minggu (17/2/2019) itu pihak keluarga memanggilkan bidan desa yang datang dengan menggunakan ambulan desa ‘’Jadi bayinya itu sudah meninggal tiga hari sebelumnya,’’ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya sepekan terakhir Ponorogo dihebohkan dengan viralnya foto ibu hamil yang ditandu melewati jalan terjal. Ibu hamil tersebut bernama Narti (22) warga Dusun Watu Agung Desa Dayakan Kecamatan Badegan Ponorogo. Sebelum dilarikan dengan mobil ambulan ke RSUD dr. Harjono, ibu tersebut harus ditandu karena jalan yang licin. Perjuangan menuju rumah sakit itu terasa sia-sia karena buah hati dikandungan Narti itu ternyata meninggal dunia.[end/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar