Peristiwa

Bupati Bertemu Anak-anak, Upaya Pemkab Lamongan Kenalkan Sejarah Sejak Dini

Pemkab Lamongan mengadakan kegiatan Tour Wisata Edukasi Sejarah Lamongan yang dimulai pada Selasa (1/6/2021)

Lamongan (beritajatim.com) – Berawal dari keinginan untuk mengenalkan sejarah dan kantor pemerintahan Kabupaten Lamongan kepada publik sedini mungkin, Pemkab Lamongan mengadakan kegiatan Tour Wisata Edukasi Sejarah Lamongan yang dimulai pada Selasa (1/6/2021). Kegiatan ini masih termasuk rangkaian dari peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 452.

Sebanyak 85 anak dari 2 lembaga TK dan 3 lembaga SD/MI bertemu di Tribun Alun-alun Lamongan. Mereka mengenakan seragam bertuliskan ‘Wisata Edukasi Sejarah Lamongan’, serta tampak antusias menyimak penjelasan pemandu wisata yang menuntun mereka ke gedung Pemkab Lamongan lantai 7 untuk melihat panorama Lamongan dari atas gedung tersebut.

Selepas dari gedung Pemkab, mereka diajak ke Toren sebagai spot cagar budaya. Bangunan Toren itu berbentuk oktagon atau segi delapan yang merupakan sebuah menara air. “Bangunan ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1924, seperti yang tertera di pintu bangunannya, memiliki tinggi 13 meter yang terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kaki, bagian badan dan yang paling atas disebut bagian kepala,” jelas pemandu wisata tersebut.

Setelah itu, 85 anak tersebut diajak melihat gentong dan tikar atau alas pasujudan yang terbuat dari batu, peninggalan dari kisah Panji Laras Liris yang terletak di pelataran Masjid Agung Lamongan. Kedua benda tersebut kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Bupati Yuhronur Efendi (YES) dan Forkopimda Lamongan bertemu anak-anak SD/MI di Pendopo setempat,

“Gentong dan alas pasujudan tersebut, dulunya merupakan hadiah dari Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi dari Kediri. Ketika itu, Andansari dan Andanwangi datang ke Lamongan berniat untuk melamar Panji Laras dan Panji Liris, putra dari Adipati Lamongan,” terang pemandu saat kegiatan Tour Wisata.

Sejenak kemudian, pemandu wisata tersebut mengajak anak-anak peserta tour wisata ke halaman Pendopo Lokatantra untuk bertemu dengan Bupati Yuhronur Efendi (YES) dan Forkopimda Lamongan. Kedatangan mereka disambut baik oleh Bupati YES.

“Siapa yang tau nama Pak Bupati Lamongan?” sapa YES kepada anak-anak yang duduk berjarak di depannya, yang dijawab secara serempak oleh anak-anak dengan menyebutkan nama Bupati Lamongan secara tepat dan benar.

“Saya berharap dengan belajar sejarah Lamongan, anak-anak ini nanti jika sudah dewasa akan lebih kenal Lamongan sehingga dapat mengenalkan Lamongan dengan baik, saya juga berharap salah satu dari mereka akan menjadi Bupati di masa depan,” ujar YES yang kemudian mengenalkan satu persatu Kepala Lembaga Pimpinan Daerah di Kabupaten Lamongan.

Dalam momen yang bertepatan dengan Hari Lahir Pacasila ini, YES melemparkan pertanyaan-pertanyaan terkait Pancasila dan cinta tanah air Indonesia. Mereka pun menyambut antusias dan percaya diri untuk maju menjawabnya.

Selanjutnya, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat para peserta Tour Wisata Edukasi Sejarah Lamongan kali ini, YES dan Forkopimda membagikan hadiah, berupa tas sekolah dan botol minum kepada anak-anak, baik yang berhasil menjawab pertanyaan maupun yang tidak.

Bertolak dari Pendopo Lokatantra, anak-anak peserta tour wisata dituntun untuk melanjutkan perjalanan menuju Museum Khusus Sunan Drajat yang terletak di Kecamatan Paciran dengan mengendarai bus yang telah disediakan. Sesampainya di Museum tersebut, mereka belajar tentang sejarah bersama-sama.

“Dengan mengunjungi museum, anak-anak tidak hanya dapat memahami ilmu atau sebuah teori lisan saja, namun mereka juga dapat memahami secara visual dan kontak fisik langsung sehingga pemahaman mereka tentang sejarah akan lebih bertambah,” ungkap pemandu wisata tentang manfaat belajar di Museum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan ini akan berlanjut dengan target peserta sebanyak 600 anak dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Lamongan yang akan dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2021.[riq/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar