Peristiwa

Bupati Anas Alokasikan Rp 400 Juta untuk Tanggap Darurat Kebakaran di Kawah Ijen

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengalokasikan anggaran khusus untuk tanggap darurat penanganan kebakaran di Gunung Ranti, Kawah Ijen dan Cagar Alam Gunung Merapi Ungup-ungup. Nilainya, sebesar Rp 430 Juta.

“Ya, anggaran itu digunakan selama tanggap darurat di wilayah ini. Nilai itu untuk tanggap darurat pertama dan yang seminggu ke depan,” katanya, saat di Paltuding kawasan TWA Kawah Ijen, Senin (28/10/2019).

Pihaknya berharap penanganan kebakaran di objek wisata ini segera berakhir. Pasalnya, sangat berdampak bagi aktivitas di lokasi tersebut.

“Secara perkembangan sudah cukup bagus, tapi ini kan timbul tenggelam ketika ada angin apinya muncul lagi. Sekarang sudah ada helikopter BNPB yang beroperasi mulai kemarin, semoga ini tidak dibarengi dengan angin yang tidak sporadis muncul di mana-mana,” ungkapnya.

Secara khusus, kata Anas, pihaknya sedang berkordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat mengenai penutupan wisata Kawah Ijen. Pasalnya, dampak dari penutupan tidak hanya pariwisata yang lumpuh, tetapi juga aktivitas penambang belerang juga diliburkan.

“Banyak yang menginformasikan bahwasanya banyak wisatawan yang mau datang ke sini kemudian meng-cancel kedatangannya. Tapi ada juga yang sudah sampai sini, kemudian diarahkan ke destinasi lain. Karena yang mereka tau, di Banyuwangi itu hanya Ijen. Tapi setelah diajak ke tempat lain ternyata mereka juga senang,”

“Begitu juga dengan penambang belerang kita berharap agar bisa dibuka. Tapi kita juga mempertimbangkan keselamatan termasuk keselamatan bagi para wisatawan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Anas menyatakan penambahan masa tanggap darurat penanggulangan kebakaran tiga gunung di wilayahnya. Di antaranya, Gunung Ranti, Gunung Kawah Ijen, dan Cagar Alam Gunung Merapi Ungup-ungup.

“Hari ini kita sudah rapatkan dengan berbagai pihak, dan hari ini saya tanda tangani perpanjangan tanggap darurat sampai tanggal 4 November 2019,” pungkasnya.

Tanggap darurat penanganan kebakaran kawasan Gunung Ranti, TWA Kawan Ijen dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup sebelumnya ditetapkan sejak (22/10/2019). Namun, melihat kondisi kebakaran yang masih perlu penanganan sehingga memutuskan untuk menambah masa tanggap darurat. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar