Peristiwa

Bunuh Diri Terjun dari Mercusuar, Ini Pesan Terakhir Korban Pada Istrinya

Mercusuar setinggi 40 meter di Pulau Mamburit, lokasi korban bunuh diri dengan meloncat dari atas menara (foto : ist)

Sumenep (beritajatim.com) – Nurdiansyah (23), warga Dusun Cemara, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, ternyata sempat meninggalkan pesan terakhir pada istrinya, sebelum pria ini bunuh diri dengan meloncat dari menara mercusuar berketinggian 40 meter.

Evi, istri korban, mungkin tidak pernah menyangka ketika jam 21.00 WIB, suaminya pamit akan keluar rumah, merupakan saat terakhir ia bertemu suaminya. Ia tidak tahu jika setelah itu, suaminya memilih pergi selama-lamanya dengan mengakhiri hidupnya sendiri.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menceritakan, korban hanya tinggal berdua dengan istrinya, karena mereka belum dikaruniai anak. Orang tua mereka tinggal di rumah berbeda, namun tidak jauh dari rumah korban.

Saat pamit keluar rumah, korban mengatakan akan keluar rumah sebentar. Ia meminta pada istrinya untuk di rumah saja dan tidak kemana-mana.

“Korban ini juga menitipkan pesan pada istrinya, untuk menjaga baik-baik keluarga di rumah,” katanya, Minggu (25/7/2021).

Ternyata tak berselang lama, tetangga korban memberikan kabar bahwa korban telah meninggal bunuh diri dengan cara meloncat dari menara mercusuar.

“Korban pertama kali ditemukan oleh Wadam, penjaga menara mercusuar. Korban ditemukan sudah tergeletak berlumuran darah di bagian kepala dan sudah dalam keadaan meninggal dunia di tempat,” ujarnya.

Perbuatan nekat korban mengakhiri hidupnya ini diduga kuat akibat persoalan keluarga. Sebelum pamit keluar rumah, korban sempat cekcok mulut dengan istrinya.

“Perselisihan dengan istrinya itu terjadi karena ada permasalahan keluarga. Korban merasa malu karena selalu jadi bahan pembicaraan warga sekitar,” ungkap Widiarti.

Jenazah korban pun dievakuasi dari lokasi menara mercusuar dan diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan. [tem/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar