Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Buntut Penertiban Bangunan, Warga Sulung Demo KAI Daop 8 Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan warga Sulung melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Surabaya.

Mereka menuntut agar PT KAI Daop 8 Surabaya mengembalikan bangunan mushola Babus Salam yang ditertibkan pada 29 Maret 2022 lalu.

Pantauan beritajatim.com, Senin (23/5/2022) massa aksi bergerak pukul 09.00 dari Jalan Sulung menuju Kantor KAI Daop 8, lalu menuju DPRD Kota Surabaya. Beragam spanduk dan poster dibawa oleh peserta aksi. Aksi tersebut juga diiringi alunan sholawat dan pekikan takbir.

“PARA WAKIL RAKYAT JANGAN DIAM SEJUTA KATA AWAS ULAH PT KAI MENGHANCURKAN MUSHOLLA,” tulis poster yang dibawa salah satu massa aksi.

Salah satu pembina mushola Babus Salam, Moh Zuhri mengatakan demo ini untuk menuntut KAI Daop 8 mengembalikan semua bangunan mushola yang telah diratakan.

“Maka dari itu, temen-temen pengunjuk rasa ini termasuk masyarakat Sulung meminta mereka harus mengembalikan bangunan-bangunan yang sudah dirusak semuanya. Cuman itu tok,” katanya.

Disinggung mengenai status tanah, dia hanya mengatakan bahwa siap bertemu di pengadilan atau kantor polisi untuk membuktikan legalitas sengketa tersebut.

“Nanti ketemunya di pengadilan atau kantor polisi. Secara status surat saya siap bertemu,” katanya.

Disisi lain, dia menyebut bahwa tidak ada surat pembongkaran atau sosialisasi dari KAI Daop 8 Surabaya sebelum melakukan penertiban. Dia pun miris melihat proses pembongkaran mushola Babus Salam di Sulung.

“Tidak ada tanda-tanda, tiba-tiba dirubuhkan. Itu sudah luar biasa. Saya ndak bisa menjelaskan, kalau saya kasih tau cara pembongkarannya nanti rakyat Surabaya kasihan,” katanya.

Yang menarik, Mushola Babus Salam pernah mendapat bantuan senilai Rp 20 juta dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

“Oiya, langsung ke saya. Saya kan pembina nya. 20jt untuk pembangunan. Baru-baru ini 2022. Ada no handphone, no rekening, dari saya. Soalnya saya yang bertanggung jawab,” katanya.

PT KAI Daop 8 Surabaya bantah belum ada sosialisasi

Terpisah, Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif membantah bahwa belum ada koordinasi dan sosialisasi sebelum melakukan penertiban.

Dia menyebut, pihaknya telah mengirim surat peringatan ke-3 untuk pengosongan lahan sebelum menertibkan mushola Babus Salam yang merupakan asetnya di Jalan Sulung.

“Kita sudah memberikan surat peringatan sampai yang ketiga untuk pengosongan lahan sebelum lakukan penertiban,” katanya.

Bahkan, sebelum melakukan penertiban pada 29 Maret 2020, pihaknya telah mengundang semua unsur kewilayahan seperti RT, RW, perwakilan Pemerintah Kota Surabaya dan Kemenag pada 22 Maret 2022 untuk melakukan rapat koordinasi.

“Nah, 29 Maret kemarin KAI melakukan penertiban di musala tersebut. Sebelum melakukan penertiban kami sudah berkoordinasi dengan RT,RW, Lurah, termasuk Departemen Agama,” katanya. [asg/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar