Peristiwa

Bumil Melahirkan di Tepi Hutan, Kader Risti Merasa Kecolongan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Adanya seorang ibu hamil (bumil) yang melahirkan di jalan kawasan hutan Desa Betek, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, membuat bidan Puskesmas setempat merasa kecolongan. Pasalnya di Kecamatan Gondang sejauh ini aktif menjalankan program pendampingan kader ibu hamil resiko tinggi (Risti).

Bidan Puskesmas Gondang, Endah Karyani mengatakan, sesuai dengan hasil USG, hari perkiraan lahir (HPL) bagi Lastri Sulistyaningsih (34) antara 26 Januari 2020. Namun, umur kandungan yang dialami warga Dusun Puguhrejo, Desa/Kecamatan Gondang, ibu yang melahirkan di jalan itu prematur.

“Umur kandungan yang normal itu antara 37 sampai 41 minggu. Ini baru delapan bulan. Tapi Alhamdulillah, meskipun lahir secara prematur ibu dan bayinya masih selamat,” ujar Endah, Jumat (6/12/2019).

Pihaknya mengaku, selama 20 tahun terakhir, di Kecamatan Gondang zero Angka Kematian Ibu (AKI), sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) hanya dua kasus selama 2018. Salah satu bentuk antisipasinya dengan menggalakkan program pendampingan kader ibu hamil resiko tinggi.

“Semaksimal mungkin melakukan pendampingan terhadap ibu hamil, selain dari bidan desa juga dengan mengaktifkan kader resiko tinggi. Kader ini memantau terus, by name by address,” jelasnya.

Endah menambahkan, untuk memastikan kondisi kesehatannya, Lastri masih dirawat di Puskesmas. Meskipun, saat proses persalinan tidak mengalami pendarahan. Endah menjelaskan, saat kontraksi, biasanya seorang ibu yang baru pertama kali hamil butuh waktu dua jam untuk mengejan hingga bisa sampai lahir.

Sedangkan, jika sudah kehamilan kedua, biasanya butuh mengejan selama satu jam. “Mungkin bayinya kecil, sehingga dari kontraksi mengejannya cepat keluar. Selain itu proses persalinannya juga tidak mengalami pendarahan, jadi aman. Ibunya juga sehat, besok sudah bisa pulang,” terangnya.

Sekadar diketahui, ibu yang melahirkan di jalan tersebut terjadi saat hendak dibawa ke puskesmas setempat. Namun, di tengah perjalanan sang ibu merasa kontraksi dan minta kepada suaminya yang mengantarkan untuk berhenti. Selama berhenti di pinggir jalan kawasan hutan itu, kemudian dia melakukan persalinan. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar