Peristiwa

Buku Tahlil Meninggalnya Cak Nur Dipersoalkan Ketua GMS

Sidoarjo (beritajatim.com) – Para jemaah tahlil di Pendopo Delta Wibawa Kab. Sidoarjo yang tengah berkirim doa untuk meninggalnya Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, dikejutkan dengan beredarnya buku bacaan surat yasin dan tahlil bergambar foto Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah (non aktif) bersama H. Nur Ahmad Saifuddin alias Cak Nur (alm).

Buku tersebut berwarna hijau bertuliskan yasin dan tahlil, wakaf Pemkab Sidoarjo Bagian Kesra (kesejahteraan rakyat) itu sontak mengundang penilaian karena karena tidak pada tempatnya memasang foto orang yang masih hidup.

Ketua Generasi Muda Sidoarjo (GMS) Hadi Putranto menilai Bagian Kesra tidak peka atas beredarnyabbuku tersebut. Dan hal ini ia tanyakan kepada para kiai dan ustadz semuanya menyatakan tabu. Buku yasin dan tahlil umumnya untuk orang yang sudah meninggal.

“Baru kali ini saya melihat cover buku yasin dan tahlil dengan gambar orang yang masih hidup yakni, Bupati Sidoarjo H. Saiful llah (non aktif),” katanya, Senin (24/8/2020).

Dia menambahkan, semuanya harus menghormati proses perkara Saiful llah yang sedang berjalan dan belum keputusan hukum yang tetap. Artinya antarak salah dan tidak, belum diputuskan.

Disinggung apakah ini ada unsur politik jelang Pilkada 2020? Tanto menjawab secara gamblang. “Jadi kami menganggap ini suatu pelecehan dan buku itu harus segera ditarik,” tegasnya meminta. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar