Peristiwa

Buku Tahlil Meninggalnya Cak Nur Bakal Ditarik Peredarannya

Sidoarjo (beritajatim.com) – Polemik beredarnya buku yasin dan tahlil bergambar foto Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah (non aktif) langsung mendapat respon dari Bagian Kesra Pemkab Sidoarjo.

Kabag Kesra Pemkab Sidoarjo Zainul Arifin mengatakan, pihaknya mengaku ada kekeliruan namun tidak ada unsur kesengajaan dan akan menarik buku tersebut.

Dikarenakan ada permintaan atau banyaknya masukan dari tokoh-tokoh NU Sidoarjo untuk diadakan kirim doa yasin dan tahlil selama 7 hari untuk almarhum Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin alias Cak Nur.

“Terkait dengan buku bacaan surat yasin dan tahlil yang terpampang foto Pak Bupati H. Saiful Ilah (non aktif) bersama almarhum Wakil Bupati H. Nur Ahmad Saifuddin, buku itu hasil cetakan 3 tahun yang lalu,” kata Zainul Arifin, Senin (24/8/2020).

Mantan Sekertaris Bakesbang Pemkab Sidoarjo itu menyebut memang selama ini buku bacaan itu dibuat jika ada kegiatan yasinan di pendopo.

“Itu buku lama dicetak saat jamannya Kabag Kesra Pak Hadi. Nanti malam kita sudah tidak pakai buku yasin dan tahlil itu lagi,” imbuhnya.

Dengan beredarnya buku Yasin dan Tahlil bergambar foto bupati non aktif, mendapat respon dari berbagai pihak.

Diakuinya, setelah kegiatan yasin dan tahlil di pendopo Kabupaten, dipimpin Dr. KH, Sholeh Khosim, Katib PCNU Sidoarjo dan KH. Amirudin Munim, dirinya mendapat komplain dari beberapa pihak untuk menganti buku tersebut.

“Tadi malam ada yang telp saya. Namun saya pastikan tidak ada unsur kesengajaan apalagi jika dikait-kaitkan dengan politik. Saya mohon maaf, dan kita pastikan tidak akan beredar lagi,” papar dia. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar