Peristiwa

Bukan Hanya di Kalimantan dan Sumatera, Karhutla Juga Terjadi di Ponorogo

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono.(Foto: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Musim kemarau yang terjadi saat ini, bukan hanya membuat sejumlah daerah di Ponorogo mengalami kekeringan. Namun daerah di bumi reyog juga mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

”Musim kemarau tahun ini juga mengakibatkan sejumlah hutan dan lahan di Ponorogo terbakar,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Selasa (17/9/2019).

Selain faktor alam, kebakaran terjadi juga dari ulah manusia sendiri. Menurut laporan, juga ada yang sengaja membakar daun yang kering di lahan. Sehingga api menjadi membesar karena daun-daun itu sangat kering jadi mudah terbakar.

”Yang sengaja membakar itu biasanya ditinggal begitu saja dan tidak dimatikan dulu,” kata Budi sapaan akrabnya.

Disetiap kesempatan Budi mewanti-wanti masyarakat untuk tidak membakar apapun, pada saat musim kemarau dan angin seperti saat ini. Karena bisa berakibat fatal yang berujung kebakaran jika tidak diperhatikan serius.

”Boleh membakar, asal bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya ditunggu sampai api mati dan jangan ditinggal begitu saja,” katanya.

BPBD Ponorogo mencatat setidaknya ada hutan dan lahan seluas 60.5 hektar yang terbakar selama 29 Juni sampai 11 September 2019. Dari data tersebut, ada juga hutan lindung yang terbakar. Bahkan luas hutan lindung yang terbakar mencapai tiga hektare, dan banyak ditumbuhi tanaman jati hingga kayu putih.

”Bukan hanya hutan biasa, kebakaran juga melanda di hutan lindung yang berada di Gunung Kemping, Ponorogo,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar