Peristiwa

Buka Munas II Pessandra, Ketua DPRD Lamongan Sampaikan Ini

Lamongan (beritajatim.com) – Ketua DPRD Lamongan H Abdul Ghofur menghadiri acara Musyawarah Nasional (Munas) II Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) di Aula Pesantren Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan (PPSD). Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Lamongan itu datang ke arena Munas dengan mengenakan pakaian putih dan pantalon hitam.

Abdul Ghofur membuka Munas II Pessandra dengan ditandai ketukan 3 kali dan bacaan Basmalah. Setelah menyampaikan sambutannya, pria berkacamata tersebut secara resmi membuka Munas II Pessandra di Pesantren yang diasuh oleh Kiai Karismatik KH Abdul Ghofur.

“Hari ini, Munas II Pessandra saya buka, semoga acara berjalan lancar hingga akhir. Semoga terus mencetak generasi muda yang handal, menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya bagi Pesantren Sunan Drajar,” ujar Abdul Ghofur di hadapan Ketua Panitia Munas II, Lukmanul Hakim, dan Ketua Umum Pessandra periode 2018-2019, Dr Sulanam, serta Pengasuh PPSD, Minggu (30/5/2021).

Selain Abdul Ghofur, sejumlah tokoh juga menghadiri pembukaan Munas II Pessandra. Antara lain Ketua DPC Partai Gerindra Tsalis Fahami, Katib Syuriah PCNU Lamongan, Dr (HC) Syahrul Munier, Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Nasdem yang juga Penasehat Pessandra H Iwan Zunaih yang akrab disapa Gus Iwan.

Abdul Ghofur dalam pidatonya mengharapkan Pessandra bisa terus mewarnai dan mengoptimalkan perannya dalam pembangunan di Kabupaten Lamongan. “Saya berharap alumni dari Pesantren Sunan Drajat bisa turut serta dalam mengawal proses pembangunan yang ada di Lamongan. Apalagi Pessandra telah memiliki kepengurusan hingga tingkat bawah yang ada di 27 Kecamatan di Kabupaten Lamongan, potensi ini harus didorong sehingga Pessandra bisa lebih mewarnai dan memberi kemanfaatan kepada masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut, Abdul Ghofur juga mengungkapkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat merupakan salah satu Pesantren yang terbesar. Alumninya tersebar di berbagai wilayah seluruh Indonesia, bahkan juga luar negeri. Menurutnya, Pesantren Sunan Drajat adalah aset bangsa.

“Di Pessandra ini saya melihat ada suatu kekompakan yang luar biasa. Alumni Sunan Drajat di Indonesia sudah tidak asing lagi, banyak santri dan alumninya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kedepan, karena banyak investor dari luar Negeri yang datang ke Lamongan, saya berharap ada peran dari Pessandra untuk menyambut itu, alumni-alumni terbaiknya harus berpartisipasi sehingga Lamongan menjadi kota yang bisa bangkit dan perekonomian masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Abdul Ghofur menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk mensejahterahkan masyarakat dan lebih mengutamakan adanya penyerapan sumber daya manusia yang ada Lamongan sendiri, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan.

“Mari kita tunjukkan bahwa Lamongan tidak akan kalah dari Kabupaten/Kota Lainnya. Cita-cita saya adalah bagaimana orang Lamongan harus lebih dikedepankan dan diutamakan, saya tidak mau orang Lamongan yang malah dikesampingkan,” pungkasnya. [riq/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar