Peristiwa

Buka Bimtek Tata Cara RAT, Ini Harapan Wali Kota Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Bimbingan Teknis Tata Cara RAT di Aula Diskopukmperindag Kota Mojokerto. [Foto : ist]
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Bimbingan Teknis Tata Cara RAT di Aula Diskopukmperindag Kota Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ketahanan ekonomi nasional didukung oleh ekonomi di daerah bahkan sampai ekonomi di pedesaan atau kelurahan dan salah satunya adalah melalui koperasi. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Bimbingan Teknis Tata Cara Rapat Anggota Tahunan (Bimtek Tata Cara RAT).

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menggelar Bimtek Tata Cara RAT yang diikuti 90 koperasi se-Kota Mojokerto. Acara berlangsung di Aula Diskopukmperindag Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto benar-benar fokus untuk meningkatkan kapasitas pelaku perkoperasian dengan harapan koperasi semakin menguatkan perekonomian di Kota Mojokerto. Kegiatan seperti ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Diskopukmperindag karena dianggap strategis.

“Karena kami concern dan fokus agar kapasitas koperasi setara dengan badan usaha lain. Ketahanan ekonomi nasional didukung oleh ekonomi di daerah bahkan sampai ekonomi di pedesaan atau kelurahan dan salah satunya adalah melalui koperasi,” ungkapnya, Kamis (23/2/2023).

Untuk menguatkan ekonomi di daerah, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), harus tahu jenis usaha mayoritas penduduknya jenis adalah UMKM dan tidak punya kawasan industri. Yakni bagaimana jenis usaha yang sangat variatif namun dalam skalanya mikro kecil ini menjadi satu kekuatan.

“Dan jika dikuatkan kapasitas sumber dayanya, kapasitas permodalannya ini menjadi satu kekuatan besar yang mampu menyangga ketahanan ekonomi di Kota Mojokerto. Nah, koperasi ini juga menjadi satu bagian badan usaha yang ada di Kota Mojokerto yang perlu dikuatkan kapasitas SDMnya,” katanya.

Kepada para peserta Bimtek, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini berpesan agar seluruh pengawas dan pengurus koperasi memahami regulasi tentang koperasi. Melalui forum tersebut diharapkan bisa menambah informasi sehingga nantinya koperasi memiliki semangat dan percaya diri untuk bisa masuk di dalam proses pengadaan barang jasanya pemerintah.

“Perkembangan regulasi perkoperasian pengawas dan pengurus wajib tahu dan melalui forum seperti ini diharapkan bisa menambah informasi bagi anggota koperasi sehingga mindsetnya koperasi tidak hanya berkutat pada simpan pinjam saja, tapi juga pengadaan barang jasanya pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, jika RAT merupakan forum tertinggi bagi koperasi untuk mengambil kebijakan sehingga RAT harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Anggota adalah pemegang suara tertinggi, maka kita perlu menertibkan kembali tata cara RAT,” jelasnya.

Untuk memberi semangat bagi pelaku perkoperasian, pihaknya juga akan menggelar kompetisi penyelenggara RAT terbaik pada bulan Maret mendatang. Selain melalui bimtek, Pemkot Mojokerto juga melakukan pendampingan atau coaching clinic yang bisa diakses secara daring maupun luring salah satunya adalah melalui aplikasi Klinik Koroena (Koperasi Roda Ekonomi Indonesia). [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV dan Foto

BPOM RI Segel Jamu Tradisional di Banyuwangi

Korban Pelecehan Harus Berani Lapor

Coba Yuk Spa Kurma di Surabaya