Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Budikdamber Jadi Solusi Recovery Ekonomi APG Semeru Lumajang

Lumajang (beritajatim.com) – Pasca letusan gunung Semeru yang terjadi beberapa waktu yang lalu warga sekitar mulai melakukan recovery ekonomi. Guna mendukung hal ini, Laznas LMI bentuk program kepada warga.

Program yang digulirkan yaitu Budidaya Ikan Dalam Ember (BUDIKDAMBER) sebagai bentuk implementasi ketahanan pangan. Program ini menggabungkan system pertanian akuaponik, yakni menggabungkan budidaya ikan (aquaculture) dan tanaman (hydroponic).

Dengan menggabungkan kedua sistem tersebut, limbah yang dibuang menjadi sangat minimal. Sehingga sistem aquaponic menjadi sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Semeru Berkah terdiri dari 20 Kepala Keluarga Para penyintas Semeru yang di ketuai oleh Imam Syafii warga Desa Curah Koboan. Dilahan yang terbatas dimanfaatkan untuk budidaya integritas hortikultura (kangkung) dan ikan lele di dalam ember atau budikdamber.

Dari 8 buah ember berukuran 80 liter dapat diisi ± 50 ekor bibit lele berukuran 9 – 10 cm untuk 1 ember totalnya 400 bibit ekor lele. Dalam kurun waktu 66 hari atau 2 bulan 1 minggu sudah dapat dipanen.

Di dalam budikdamber ini ada tanaman sayuran kangkung yang digabungkan dengan ikan lele didalamnya. Tanaman sayur kangkung diatas dapat mengambil makanan atau pupuk dari air kotoran ikannya sehingga dapat tumbuh dengan subur dan ikan dapat besar dan hidup dengan baik.

“Program Recovery Ekonomi budikdamber ini merupakan bentuk ketahanan pangan secara sederhana dan dapat dibuat dipekarangan rumah masing-masing. Tidak perlu lahan besar dan luas, dengan memanfaatkan area pekarangan yang kecil bahkan di pekarangan rumah masing-masing bisa kita manfaatkan,” ujar Manajer Penanggulangan Bencana Laznas LMI Susanto, Rabu (29/06/2022).

Sementara itu, salah satu anggota Kube Semeru Berkah ibu ifan mengatakan budikdamber dapat menjadi salah satu solusi bagi keluarga. Dirinya juga menyampaikan bahwa budidaya dalam ember ini sangat mudah dan tidak rumit.

“Program ini sangat membantu dan sangat mudah untuk dilakukan. Kami yang sudah tidak mempunyai mata pencaharian, lumayan bisa meringankan beban suami” katanya.

Ketua KUBE Semeru Berkah, Imam Syafi’i mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) karena dengan program Budikdamber ini diharapkan mampu menjadi contoh. “Dari hasil panennya nanti kami semua peserta akan menyalurkan sedekah kami melalui LMI. Agar semakin banyak warga penyintas mendapatkan program yang sama” tutupnya. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar