Peristiwa

BPTP: Januari-Maret 2019 Produksi Jagung di Jatim 1.694.355 Ton

Panen Jagung

Surabaya (beritajatim.com) – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jatim memprediksi produksi jagung di Jatim periode Januari-Maret 2019 sebesar 1.694.355 ton. Beberapa daerah penghasil jagung di Jawa Timur saat ini mulai memasuki masa panen.

Di Kabupaten Tuban sendiri luas panen jagung pada periode yg sama sebesar 69.285 Ha dengan potensi produksi sebesar 307.414 ton. “Dengan data tersebut, membutktikan kontribusi Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu penghasil jagung sangat besar,” kata Chendy Tafakresnanto, Kepala BPTP Jawa Timur, Senin (18/2).

Menurutnya, Kementan terus berupaya meningkatkan produksi jagung nasional melalui berbagai langkah seperti Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUS PAJALE) maupun Perluasan Areal Tanam Baru (PATB). Pendampingan UPSUS di Jawa Timur melibatkan peran BPTP melalui implementasi inovasi teknologi ditingkat petani mulai varietas hingga alat dan mesin pertanian.

Sebelumnya, saat di Kabupaten Tuban, Mentan, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa saat ini Tuban sedang banjir jagung dan untuk mengantisipasi merosotnya harga saat panen. Bulong diimbau menyerap hasil panen tersebut untuk pakan ternak. “Kepentingan petani harus dibela dan sinergi petani jagung-peternak serta peran bulog dalam menjembatani adalah sistem yang kami bangun saat ini”, ujar Amran.

Harga jagung di Kabupaten Lamongan dan Tuban lebih tinggi jika dibandingkan HPP. Di Lamongan dan Tuban harga jagung sudah menyentuh Rp 3600. Jika mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres), maka harga jagung secara nasional yaitu Rp 3.150 per kilogramnya.

Harga tersebut tentu harus diikuti oleh semua pedagang ataupun pengusaha yang membeli jagung petani, karena acuannya Perpres.

“Ya istilahnya harga pada Perpres itu yang paling rendah, tidak boleh lebih rendah dari itu. Payung hukumnya Perpres,”pungkasnya.

Dalam Kunker di Kabupaten Tuban, Mentan didampingi oleh Bupati Tuban, Wakil Asisten Teritorial KASAD, Ketua KPPU, Bulog Divre Jatim, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Asosiasi/Peternak Telur dan Daging Ayam dan Gapoktan serta UK-UPT Balitbangtan di Jatim (BPTP Jatim, Balitkabi, Balitjestro dan Balitkabi).

Dalam kesepakatan itu, Mentan menyerahkan bantuan berupa 10 unit dryer, 5 unit combine harvester, 5 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 5 unit cultivator, 31 unit pompa air dan benih jagung hibrida untuk 20.000 ha. Tingginya antusiasme petani jagung membuat Mentan menambah bantuan benih untuk 10.000 ha. (tok/kominfo)

Apa Reaksi Anda?

Komentar