Iklan Banner Sukun
Peristiwa

BPNT Bermasalah, Puluhan Warga Gresik Demo Kantor Dinsos

Gresik (beritajatim.com) – Puluhan warga Gresik melakukan aksi demo di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. Mereka mendatangi kantor tersebut terkait temuan kualitas buruk beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Warga
mengatasnamakan Komite Rakyat Gresik dengan membawa poster yang bertuliskan aksi protes.

Selain mendesak Dinsos Gresik mengusut tegas dugaan penyalahgunaan bansos yang menjadi hak warga miskin keluarga penerima manfaat (KPM). Warga juga menuntut agar seluruh desa se-Kabupaten Gresik menempelkan data penerima Bansos di papan pengumuman sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Ada 30 orang didominasi kalangan pemuda itu melakukan aksi unjuk rasa. Mereka berjajar dengan membentangkan spanduk di halaman kantor Dinsos Gresik. Sementara orator berorasi menyampaikan tuntutan mereka.

“Kami meminta ketegasan Dinsos Gresik agar seluruh permasalahan bantuan sosial entah itu BPNT maupun PKH segera diusut tuntas, agar persoalan tidak berlarut-larut,” ujar Syafiuddin selaku korlap aksi, Selasa (25/01/2022).

Pemuda tersebut melihat permasalahan yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya tuntas adalah terkait Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) milik KPM Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme yang dipindahtangankan oleh oknum pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Salah satu contoh adalah permasalahan penarikan kartu KKS milik 44 KPM di Desa Sukoanyar yang dipindahtangankan oleh oknum pemdes yang hingga kini juga belum sepenuhnya tuntas, terutama pengembalian seluruhnya bantuan yang sudah ditarik oleh oknum pemdes,” imbuhnya.

Dalam aksi itu, perwakilan Komite Rakyat Gresik ditemui oleh Kepala Dinsos Gresik, dr Ummi Khoiroh beserta jajaran dari pihak-pihak terkait. Perwakilan massa aksi selanjutnya menyampaikan agar Dinsos Gresik melakukan penelusuran terhadap permasalahan kartu KKS milik 44 KPM di Desa Sukoanyar yang dipindahtangankan oleh oknum pemdes.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinsos Gresik, dr Ummi Khoiroh menyatakan, pihaknya siap menelusuri permasalahan 44 KKS milik KPM warga Desa Sukoanyar yang dipindahtangankan oleh Pemdes setempat.

“Segera kami tindaklanjuti permasalahan itu, kongkritnya akan kami lakukan pembinaan terhadap seluruh jajaran kami dan juga kepada seluruh pendamping terkait monitoring,” pungkasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar