Peristiwa

BPCB Jawa Timur Tinjau Lokasi Penemuan Arca di Kediri

Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meninjau lokasi  temuan 5 arca dan telah disimpan di salah satu rumah warga Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

Kediri (beritajatim.com) – Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga kelima arca tersebut masing – masing adalah arca Ganesha, Agastya, Siwa, Dewi Parwati dan Mahakala, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui keaslian bentuk, serta era pembuatannya.

Usai memeriksa kondisi arca tersebut, selanjutnya rombongan BPCB Jatim bersama Kepala Dinas dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Camat Puncu dan Kepala Desa Manggis mendatangi tempat penemuan Arca, namun dari hasil pemeriksaan petugas mengaku kehilangan jejak penemuan, pasalnya memang kali pertama arca tersebut ditemukan bulan November 2020 lalu.

 

Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Sukarno selaku penemu arca purbakala.

“Pak Sukarno ini menemukan lima artefak berupa arca yang diduga berasal dari kerajaan Hindu, sementara itu pihaknya masih melakukan identifikasi apakah arca tersebut terkait dengan Candi Dorok atau tidak, pasalnya lokasi temuan berada sekitar 1 kilometer dari Candi Dorok”, ucapnya.

Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meninjau lokasi  temuan 5 arca dan telah disimpan di salah satu rumah warga Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

Selain itu menurut Zakaria bahwa pihaknya menyarankan untuk penemuan arca diserahkan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri.”Saya mengharapkan 5 arca ini disimpan di Museum Kabupaten Kediri, karena disitu ada anggaran untuk perawatan dan konservator. Karena meletakkan arca ini tidak sembarangan,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya pada bulan November lalu seorang warga Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri menemukan 5 arca purbakala saat hendak menggali tanah uruk, hal tersebut disampaikan oleh Ketua RT 01 RW 3 Dusun Dorok Desa Manggis Lukas Tunggal.

“Penemuan benda ini pada bulan November tepatnya pada hari Jumat. Namun saya sebagai Ketua RT baru dapat infonya kemarin Jumat (15/1/21). Oleh seseorang yang mempunyai tugas untuk mengawasi proyek penggalian tanah,” tuturnya Sabtu (16/1/2021).

Selanjutnya atas informasi tersebut, Lukas bersama Kasun Dorok mengamankan benda purbakala ini ke rumahnya untuk selanjutnya di laporkan ke pihak Desa Manggis, dan diteruskn ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. [nm/ted].



Apa Reaksi Anda?

Komentar