Peristiwa

BPCB Jawa Timur Teliti Temuan Patirtan Era Kerajaan Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur meneliti sebuah struktur bangunan kuno yang ditemukan oleh warga di kawasan Wisata Sumber Towo di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Bangunan tersebut terbuat dari batu bata merah berukuran besar. Sedangkan panjang bangunan 2,7 meter dan lebarnya 2,2 meter.

Dari fisik bangunan, tim BPCB menduga struktur batu bata tersebut adalah sebuah patirtan dari zaman Kerajaan Kediri, atau era sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit, sekitar abad 12 sampai 15 masehi. Salah satu ciri khasnya, diketahui dari bentuk batu bata yang dipakai berukuran besar, tebal dan kaku serta sederhana.

Menurut Eko Priatno, Selaku Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, penelitian yang dilakukan BPCB, selain menindaklanjuti laporan warga, juga untuk menentukan langkah selanjutnya. Disburparpora membutuhkan rekomendasi dari bpcb untuk mengajukan proses ekskavasi penggalian.

“Hari ini kami mendampingi BPCB Trowukan Jawa Timur tentang adanya laporan obyek diduga cagar budaya. Obyek struktur bangunan patirtan. Dengan adanya struktur ini harapannya ada semacam penguatan budaya di Desa Menang. Dimana, disini eksis upacara adat, dan ziarah Sri Aji Joyoboyo,” kata Eko di lokasi, pada Senin (13/9/2021).

Masih kata Eko, dengan penelitian tersebut, juga akan memberikan penguatan terhadap kebudayaan di Desa menang. Dimana, di daerah ini kental dengan wisata budaya dan religi ke Pamoksan Raja Kediri ternama Sri Aji Jayabaya serta bisa menambah jumlah icon wisata.

“Untuk tindak lanjut kedepam kami secara administrasi membutuhkan rekomendasi BPCB langkah kedepan. Makanya kita tunggu hasil penelitian ini,” imbuh Eko.

Struktur bangunan kuno di Sumber Towo sendiri ditemukan oleh warga setempat, pada akhir tahun lalu. Saat itu, warga tengah membersihkan tempat wisata alam tersebut. Saat menggali tanah di sekitar kolam air sumber, menemukan struktur batu bata berukuran besar.

“Salah satu cangkul warga mengenai batu bata di situs ini. Setelah diperiksa ternyata struktur batu bata merah besar. Lalu, pada bulan November 2020 itu kami melapor ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri,” kata Subekti, selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata Sumber Towo.

Pihak Pokdarwis berharap, struktur bangunan kuno tersebut bisa diekskavasi oleh pemerintah. Sehingga kedepannya bisa digunakan sebagai tempat wisata pemandian oleh warga.

Sumber Towo sendiri menjadi obyek wisata alternatif yang bisa mengusir kepenatan akibat banyak pekerjaan. Air kolam yang jernih dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mandi dan berenang. Selain tempatnya yang rindang, karena dikelilingi oleh pohon besar, air dari sumber towo diyakini mampu menyembuhkan penyakit kulit.

Tempat wisata alam ini dikelola oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata. Keberadaannya cukup berhasil menggerakkan roda perekonomian warga, ditandai dengan munculkan sejumlah warung di sekitar. Sementara itu, pada masa pandemi ini, pengelola memberlakukan protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh pengunjung, berupa kewajiban memakaibmasker dan menjaga jarak. [nm/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar