Peristiwa

Penemuan Struktur Baru Bata Kuno Peninggalan Majapahit

BPCB Jawa Timur Koordinasi dengan Desa dan Pemilik Lahan

Mojokerto (beritajatim.com) – Terkait temuan struktur batu bata kuno yang diduga pemukiman zaman Kerajaan Majapahit abad 15 di Dusun Pakis Kulon, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur berkoordinasi dengan pihak desa dan pemilik lahan.

Hal tersebut disampaikan arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho. “Kami sudah koordinasi dengan kades dan pemilik lahan, Pokdarwis sehingga kedepan kami akan mengundang mereka untuk diskusi maunya seperti apa,” ungkapnya, Selasa (25/6/2019).

BPCB Jawa Timur akan menjelaskan terkait prosedur karena lokasi penemuan berada di kawasan cagar budaya nasional. Jika pihak desa dan pemilik lahan ingin memanfaatkan, lanjut Wicaksono, bisa dilakukan tapi ada prosedur yang harus dilalui.

“Memang ini temuan awalnya dari warga yang menemukan struktur dan warga menggali sendiri sampai terlihat struktur yang tampak saat ini. Kemarin kita hentikan, kita sosialisasi UU¬†Nomor 11 Tahun 2010 tentang¬†Cagar Budaya karena ini berada di kawasan cagar budaya nasional,” katanya.

Masih kata Wicaksono, lahan lokasi penemuan struktur tersebut tidak harus dibebaskan tapi harus ada MoU dengan pemilik lahan jika dilakukan ekskavasi. Karena pembebasan sulit sehingga pihak desa bisa MoU dengan pemilik lahan untuk dikembangkan sebagai desa wisata.

“Dan ada bagi hasil dengan pemilik lahan, ada kompensasi. BPCB tidak pernah menarik tiket, Dinas Pariwisata yang menarik tiket sehingga harus ada pembicaraan antara Dinas Pariwisata, desa dan pemilik lahan bagaimana pembagian yang saling menguntungkan,” tuturnya.

Struktur baru bata kuno diperkirakan dari luas area lahan 30×40 meter tersebut merupakan bagian dari pemukiman masa Majapahit tepatnya di abad 15 Masehi dengan ditemukannya porselin jaman Dinasti Ming. Struktur batu bata sampai delapan lapis yang diprediksi saling berhubungan.

Struktur yang sudah terlihat, memiliki panjang 31, lebar 21 dan tebal 7 cm. Semua struktur disusun dengan teknik tanah liat bukan bata gosok. Analogi dari temuan lain, bata gosok ditemukan di bagunan monumental tapi bangunan yang disusun bata tanah liat adalah pemukiman. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar