Iklan Banner Sukun
Peristiwa

BPCB Jatim Pastikan Prasasti Gemekan Dibuat Tahun 930 Masehi

Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin menunjukkan prasasti yang ditemukan di Situs Gemekan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Saat ini, tim ahli sedang membaca tulisan di prasasti yang ditemukan di Situs Gemekan. Beberapa tulisan yang terlihat diketahui ada angka 852 saka dan menyebut salah satu nama raja yakni Śrī Mahārāja Rake Hino Dyaḥ Siṇḍok Śrī Īśānawikrama Dharmottuṅgadewawijaya.

“Ada beberapa hal yang bisa dilihat dari prasasti tersebut. Yakni menyebutkan angka tahun 852 Saka atau 930 Masehi. Dalam prasasti tersebut juga menyebutkan salah satu nama raja,” ungkap Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Zakaria Kasimin, Senin (14/2/2022).

Raja tersebut adalah Śrī Mahārāja Rake Hino Dyaḥ Siṇḍok Śrī Īśānawikrama Dharmottuṅgadewawijaya. Śrī Mahārāja Rake Hino Dyaḥ Siṇḍok Śrī Īśānawikrama Dharmottuṅgadewawijaya dikenal juga dengan nama Dyah Sindok, Mpu Sindok atau Sindok. Mpu Sindok adalah raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Timur atau sering disebut Kerajaan Medang.

“Mungkin yang bisa kita ketahui secara pasti bahwa prasasti ini berasal dari masa Empu Sindok. Kerajaan Medang, kalau Empu Sindok jauh sebelum Majapahit. Terkubur 1.100 tahun lebih, kita tidak tahu ya kapan dibuat. Kita masih mencari bagian bawah prasasti, mungkin ada ekskavasi lanjutan,” katanya.

Menurutnya, pihaknya masih menunggu tim ahli untuk membaca isi dari prasasti yang ditemukan di ketiga ekskavasi Sitis Gemekan pada, Rabu (9/2/2022). Prasasti tersebut ditemukan di Situs Gemekan di Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar