Peristiwa

Musim Hujan Tiba

BPBD Kabupaten Kediri Petakan Lokasi Rawan Bencana

Kediri (beritajatim.com) – Memasuki awal musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman bencana alam. BPBD memetakan daerah rawan bencana.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi mengatakan, ada delapan kecamatan rawan bencana banjir dan tanah longsor. Daerah tersebut berada di lereng Gunung Kelud dan Gunung Wilis.

“Lima kecamatan rawan tanah longsor ini ada di barat Sungai Brantas dan tiga di Kabupaten Kediri bagian timur laut,” kata Slamet Turmudi, Selasa (2/1/2020).

Delapan wilayah kecamatan tersebut antara lain, Kecamatan Mojo berada di Desa Ngetrep, Pamongan, Petungroto, Blimbing, Jugo dan Keniten. Kemudian Kecamatan Semen di Desa Pagung dan Joho, Kecamatan Banyakan di Desa Parang, Kecamatan Grogol di Desa Kalipang dan Kecamatan Tarokan di Desa Bulusari dan Tarokan. Keseluruhan daerah ini berada di Lereng Gunung Wilis.

Adapun tiga kecamatan di lereng Gunung Kelud masing-masing, Kecamatan Kandangan di Desa Medowo dan Mlancu. Kemudian Kecamatan Kepung di Desa Kebonrejo dan Kecamatan Puncu di Desa Laharpang. Keseluruhan daerah itu berada di kawasan dataran tinggi dengan letak geografis yang miring.

Sementara daerah rawan banjir berada di Kecamatan Tarokan, Banyakan, Grogol, Mojo tepatnya di Desa Petok, Kecamatan Purwoasri dan terakhir Kecamatan Papar di daerah Kedung Malang.

“Untuk potensi angin kencang merata di seluruh kecamaran karena tidak melihat letak geografis daerah tersebut,” jelas Slamet.

BPBD Kabupaten Kediri mempersiapkan diri baik secara SDM maupun logistik. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) selalu siaga dan siap apabila dibutuhkan sewaktu waktu.

“Kami siap secara SDM dan peralatan. Sebaliknya, kami imbau kepada masyarakat untuk selalu bersiap siaga. Terlebih BMGK telah merilis potensi cuaca extreem sepekan ke depan karena curah hujan yang tinggi,” imbuhnya.

Dijelaskan olehnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh warga. Pertama bencana tanah longsor yang dapat terjadi setiap saat. Pihak BPBD mengimbau mereka, khususnya yang tinggal di kawasan rawan untuk memperhatikan rekahan tanah.

“Apabila terjadi hujan paling tidak 1 jam, supaya masyarakat yang tinggal di daerah rawan segera meninggalkan rumah. Mereka bisa mengungsi ke tempat yang aman untuk meminimalisir resiko dan korban,” pintanya.

Hal kedua, tambah Slamet, ancaman bencana hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diimbau untuk memangkas ranting dan cabang pohon di sekitar rumah mereka. BPBD telah memberikan instruksi ke Pemerintah Desa, RT dan RW untuk menggerakkan masyarakatnya.

Hal terakhir adanya potensi banjir karena intensitas hujan yang tinggal. Ancaman itu sebagaimana rilis pemantauan BMKG. Pihak BPBD mengajak masyarakat kerja bakti untuk membersihkan sampah di saluran air.

“Ibu Bupati melalui BPBD siap tanggap darurat Bencana tanah longsor dan banjir. Kita selalu melakukan koordinasi dengan jajaran terakit lainnya,” tegasnya.

Selain persiapan SDM, logistic serta menyampaikan imbauan-imbauan kepada masyarakat, imbuh Slamet, BPBD telah membentuk Desa Tangguh Bencana atau Destana. Telah ada tujuh desa yang dinyatakan layak menyandang status tersebut karena kesiap siagaan dari komponen desa yang ada.

Tujuh Destana itu antara lain, Desa Sempu di Kecamatan Ngancar, Desa Joho di Kecamatan Semen, Desa Kalipang di Kecamatan Grogol, Desa Kebonrejo di Kecamatan Puncu, Desa Petungroto Kecamatan Mojo dan Desa Besowo Kecamatan Kepung serta Desa Jugo Kecamatan Mojo yang ditetapkan oleh Propinsi Jawa Timur.

“Ketika desa sudah menyandang predikat itu. Masyarakat dengan potensi yang dimiliki bisa bergerak cepat menanggulangi apa yang terjadi dan BPBD membackup. Mereka juga sudah punya peralatan sendiri,” tutupnya.

Destana merupakan level kedua bagi desa yang telah dinyatakan sebagai TSBD (Tim Siaga Bencana Desa). Dimana, seluruh komponen desa itu sudah memilih kesiap siagaan. Mulai dari perangkat desa, Babinsa hingga Bhabinkamtibmasnya. Rencananya, dua desa lain akan ditetapkan sebagai Destana pada tahun ini. [adv-kominfo/nm]

Apa Reaksi Anda?

Komentar